Welcome to My Blog
Selamat datang di website Agus Dian Ristanto
Featured Posts
Visi Misi ala Rhenald Kasali
Seperti biasa, sesampai di kantor sebelum memulai aktifitas pekerjaan selalu saya sempatkan untuk sarapan jawa pos atau kadang kompas online. Preview mulai headline halaman pertama hingga radar halaman terakhir, hanya terbaca judulnya saja atau sesekali membaca satu paragraf hingga memunculkan imajinasi inti narasi, kecuali artikel yang memang lagi booming atau benar-benar menarik saja yang tuntas saya baca. Dari beberapa artikel yang rampung terbaca, ada satu artikel yang cukup lucu tapi sangat menginspiratif, berikut kutipan lengkapnya,
| Visi Misi - Jawapos 10 Oktober 2011 |
| “Mendaratkan manusia ke bulan dan membawa mereka kembali ke bumi dengan selamat pada akhir dekade ini. “ Tebaklah siapa yang membuat pernyataan ini? |
Ragu ku terhapuskan...
Sejak bersamanya, Hari ini mungkin adalah hari yang paling indah untukku, hari yang membuatku seakan kembali menemukan kehidupanku yang hampir saja hilang dirampas bangsat ruhiahku beberapa minggu terakhir ini.
“Ade minta supaya setelah ini..…”
Sebuah kalimat yang telah membangunkanku, kalimat yang menghapus segala keraguan dan kegamanganku, kalimat yang melipatgandakan yakin-ku akan dirinya. Dan dalam hati kecilku, sesungguhnya kalimat ini pula yang sebenarnya kutunggu-tunggu semenjak aku menjadi pemabuk gila bersamanya…
Hari ini adalah hari yang terindah…
Hari yang dapat memberiku kekuatan untuk menghancurkan keliaranku. Sebuah kekuatan komitmen, menang terhadap diriku sendiri.
Kau memang bukan bidadari, tapi aku beranggap ribuan bidadari berlomba untuk menjadi sepertimu…
Aku mencintaimu dengan kesucian…
Dan ingin kukembalikan kesucian cinta itu…
Komitmen… Hingga sudah benar-benar waktunya, itulah yang kita butuhkan, komitmen terhadap diri sendiri dan terhadap kesucian cinta ini, saya yakin kekuatan komitmen bisa mengalahkan ke”liar”an kita.
(13/09/11)
Ya Allah, Jangan tinggalkan aku… Tetaplah bersamaku…
Pandermin....
“Jangan pernah meremehkan!!”.
Setidaknya itulah pelajaran berharga yang dapat kubungkus dan kubawa pulang selesai mendaki dari kawasan gunung panderman. Gunung setinggi 2045m DPL ini berada di arah barat kota Batu Malang. Gunung ini kadang disebut sebagai Bukit Panderman karena memang ukuran nya yang tidak terlalu besar dan menyerupai bukit.
Beberapa minggu sebelum melakukan pendakian, saya sempat nyeletuk pada teman “Seandainya bikin jalan baru sendiri menuju puncak gunung, kita tidak mungkin tersesat lawong gunungnya aja kecil kaya gini, semua area pendakian pasti terlihat dari atas”. Saya berkata demikian karena sebelumnya sudah 5x mendaki gunung lawu yang notabene ketinggianya jauh di atas gunung panderman (3265m DPL).
Namun apa yang terjadi, berangkat bersama rombongan PTM Brawijaya 9 orang (3 orang sudah pernah mendaki gunung ini masing-masing 2x dan berhasil sampai puncak) kita tidak mampu sampai pada puncak gunung ini, kita malah sampai pada bukit di sebelah gunung, tidak tau apa namanya bukit ini. tapi anak-anak bilang “Kita sudah sampai di Pandermin, saudaranya panderman,hah…”
Kita tidak tau dimana koordinat arah, tidak tau mana utara selatan, dan yang pasti berjam-jam dibuat deg-degan karena khawatir harus menginap tanpa membawa bekal. Sempat terjadi perpecahan menjadi 2 rombongan dikarenakan yang satu ngotot pulang “nerabas” lewat jurang dan rombongan yang lain ngotot putar balik. Semuanya mengandung resiko, nerabas lewat jurang belum tentu ada kepastian keselamatan dan jalan keluar, sedangkan putar balik harus berisiko menginap di gunung karena jalur yang dilewati terlampau jauh.
In the End, pokoknya kita selamat sampai di PTM, dan jegigis2 na penuh semangat bercerita kepada teman kita masing-masing…
I love Nature…
Working....
“Orang-orang hebat di bidang apapun bukan baru bekerja karena mereka terinspirasi, namun mereka menjadi terinspirasi karena mereka lebih suka bekerja. Mereka tidak menyia-nyiakan waktu untuk menunggu inspirasi.” (Ernest Newman)
Mentari Baru
(Memperingati hari kebangkitan Nasional)
Tak ada yang banyak ingin kutulis di bulan juni-juli ini, yang jelas aku ingin sekali 2 bulan ini segera berlalu, banyak sekali yang berubah dengan isi kepalaku dalam menyikapi berbagai hal, tersudut dan terpuruk. sebelumnya aku ingin melakukan sesuatu yang bijak dan bergenre kedewasaan, namun ternyata aku tak mampu melakukanya. sekali lagi aku ingin 2 bulan buruk ini segera berakhir dan tergantikan dengan kehidupan baruku yang lebih rasional dan
Formal Language Definitions
Simbol
Karakter, mesin terbang, tandai.
Sebuah entitas abstrak yang tidak memiliki arti dengan sendirinya, sering disebut ditafsirkan.
Surat dari berbagai huruf, angka dan karakter khusus
yang paling sering digunakan simbol.
Alfabet
Satu set hingga simbol.
Sebuah alfabet sering dilambangkan dengan sigma, belum bisa diberi nama apapun.
B = (0, 1) Says B merupakan abjad dari dua simbol, 0 dan 1.
C = (a, b, c) Says C adalah sebuah alfabet dari tiga simbol, a, b, dan c.
Kadang-kadang ruang dan koma dalam alfabet, sementara yang lain kali mereka
adalah meta simbol yang digunakan untuk deskripsi.
String juga disebut Word
Urutan hingga simbol dari abjad.
01.110 dan 111 adalah string dari abjad B di atas.
aaabccc dan b adalah string dari abjad C di atas.
Sebuah string adalah null string tanpa simbol, biasanya dinotasikan dengan epsilon.
Null string memiliki panjang nol.
Null string biasanya dinotasikan epsilon.
bar vertikal di sekitar string mengindikasikan panjang string dinyatakan sebagai
nomor alam. Sebagai contoh | 00100 | = 5, | AAB | = 3, | epsilon | = 0
Bahasa formal, juga disebut Bahasa
Satu set string dari abjad.
set mungkin kosong, hingga atau tak terbatas.
Ada banyak cara untuk mendefinisikan sebuah bahasa. Lihat definisi di bawah ini.
Ada banyak klasifikasi untuk bahasa. Lihat definisi di bawah ini.
Karena bahasa adalah satu set string, bahasa kata-kata dan mengatur
sering digunakan bergantian dalam berbicara tentang bahasa formal.
L (M) adalah notasi untuk bahasa mesin yang didefinisikan oleh M.
M mesin menerima satu set string tertentu, dengan demikian bahasa.
L (G) adalah notasi untuk bahasa yang didefinisikan oleh tata bahasa sebuah G.
Tata bahasa G mengakui satu set string tertentu, dengan demikian bahasa.
M (L) adalah notasi untuk sebuah mesin yang menerima sebuah bahasa.
Bahasa L adalah satu set string tertentu.
G (L) adalah notasi untuk tata bahasa yang mengakui sebuah bahasa.
Bahasa L adalah satu set string tertentu.
Penyatuan dua bahasa adalah bahasa. L = L1 L2 serikat
Persimpangan dua bahasa adalah bahasa. L = L1 L2 berpotongan
Komplemen dari suatu bahasa adalah bahasa. L = sigma * - L1
Perbedaan dari dua bahasa adalah bahasa. L = L1 - L2
Regular Bahasa, Regular Expression, biasa
Satu set string dari abjad.
set ini dapat kosong, hingga atau tak terbatas.
Bangunan blok bahasa biasa adalah simbol, gabungan dari
simbol untuk membuat string (kata), set string persatuan dan Kleene
penutupan (dilambangkan sebagai *, juga disebut bintang Kleene, harus
diketik sebagai superscript, tetapi ini adalah teks biasa.)
Informal, kami menggunakan sintaks untuk kalimat biasa.
menggunakan sigma sebagai set, (0 1) (suatu abjad dari dua simbol)
01.110 adalah string dimulai dengan simbol 0 dan kemudian concatenating
1, lalu 1, lalu 1, dan akhirnya concatenating 0. Tidak ada tanda baca digunakan
antara simbol-simbol atau string yang concatenated.
(01 10) adalah kesatuan dari dua string 01 dan 10. Set (01, 10)
(00 11) * adalah penutupan Kleene serikat 0 concatenated dengan 0 dan
1 concatenated dengan 1.
Penutupan Kleene (bintang) didefinisikan sebagai gabungan dari
tidak ada, satu, dua, atau nomor string dpt dihitung itu berlaku.
Contoh bintang Kleene:
1 * adalah himpunan string (epsilon, 1, 11, 111, 1111, 11111, dll)
mengatur ini tak terbatas.
(1100) * adalah himpunan string (epsilon, 1100, 11001100, 110011001100, dll)
(00 11) * adalah himpunan string (epsilon, 00, 11, 0000, 0011, 1100, 1111,
000000, 000011, 001100, dll)
perhatikan bagaimana serikat (+ simbol) memungkinkan semua pilihan yang mungkin
pemesanan bila digunakan dengan bintang Kleene.
(0 +1) * adalah semua string yang mungkin dari nol dan yang, sering ditulis sebagai
sigma * mana sigma = (0, 1)
(0 +1) * (00 11) adalah semua string dari nol dan orang-orang yang berakhir dengan baik
00 atau 11. Perhatikan bahwa Rangkaian tidak memiliki operator
simbol.
(W) + adalah singkatan untuk (w) (w) w * adalah setiap string atau ekspresi dan
ditambah yg ditulis, +, berarti satu atau lebih salinan w di set didefinisikan
dengan ungkapan ini.
Secara formal, bahasa biasa didefinisikan pada bagian bawah halaman 28.
Beberapa versi dari grep menerapkan pencarian ekspresi reguler oleh
mensimulasikan Automata Hingga.
Perhatikan bahwa grep menggunakan sintaks yang berbeda dan menggunakan subset dari ASCII
karakter untuk simbol.
Tata bahasa, tata bahasa formal
tata bahasa didefinisikan sebagai G = (V, T, P, S) dimana:
V adalah seperangkat simbol yang disebut variabel, biasanya S, A, B, ...
T adalah seperangkat simbol yang disebut terminal, biasanya 0, 1, a, b, ...
P adalah himpunan produksi
S adalah awal atau variabel tujuan dari V
P produksi adalah dalam bentuk:
w" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">A -> w
Di mana A adalah variabel
w adalah setiap Rangkaian variabel dan terminal
Sebuah contoh adalah tata bahasa G = (V, T, P, S) di mana V = (S, A) T = (0, 1)
dan produksi, P, adalah:
0A | 0" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">S -> 0A | 0
10A" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">A -> 10A
tata bahasa ini sesuai dengan ekspresi reguler 0 (10) * yang pada gilirannya
sesuai dengan automata hingga deterministik
ditunjukkan pada Gambar DFA1.
Regular Grammar
tata bahasa didefinisikan sebagai G = (V, T, P, S) dimana:
V adalah seperangkat simbol yang disebut variabel, v1, v2, ... , Vn
T adalah seperangkat simbol yang disebut terminal, t1, t2,,,,, tm
P adalah himpunan produksi
S adalah awal atau variabel tujuan dari V
P produksi adalah dalam bentuk:
w" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">A -> w
wB" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">A -> WB
Dimana A dan B adalah variabel
w adalah setiap terminal kombinasi, mungkin string kosong
Setiap tata bahasa reguler dapat dikonversi ke setara DFA, NFA,
reguler bahasa atau ekspresi reguler.
Konteks Gratis Bahasa, CFL
Satu set string dari abjad.
set mungkin kosong, hingga atau tak terbatas.
A grammar G = (V, T, P, S) dengan produksi terbatas pada:
segera hadir
yacc dan banteng dapat memproses tata bahasa bebas konteks dan memiliki kemampuan
untuk menangani beberapa tata bahasa sensitif konteks juga.
Konteks Gratis Bahasa terkait dengan Push Down Automata.
Greibach Bentuk Normal, GNF
A grammar G = (V, T, P, S) dengan produksi, P, terbatas untuk membentuk:
terminal variable(s)" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">variabel - variabel terminal> (s)
a alpha where A is a variable in V, a is a terminal in T and" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">A -> alfa mana A adalah variabel di dalam V, sebuah terminal di T dan
alpha tidak ada, satu atau lebih variabel dalam V.
Chomsky Normal Form, CNF
A grammar G = (V, T, P, S) dengan produksi terbatas pada bentuk:
variable variable" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">variabel - variabel variabel>
terminal" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">variabel -> terminal
BCA, B and C are variables in V and exactly two variables are on the right" onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">A -> BCA, B dan C adalah variabel di dalam V dan tepat dua variabel di sebelah kanan
a A is a variable in V and a is exactly one terminal symbol in T." onmouseover="this.style.backgroundColor='#ebeff9'" onmouseout="this.style.backgroundColor='#fff'">A -> A adalah variabel di dalam V dan adalah tepat satu terminal simbol di T.
CYK Algoritma, Cocke-muda-Kasami
Diberikan CFG G = (V, T, P, S) dan string x di * T, adalah x di L (G)?
Algoritma CYK menggunakan pemrograman dinamis (dari 441 program algoritma)
untuk menyediakan | x algoritma | potong dadu waktu untuk menjawab pertanyaan ini.
lihat p139-140 dalam buku teks
Rekursif Bahasa, rekursif set
Bahasa, set, diterima oleh mesin Turing dan tata bahasa yang terbatas.
Rekursif Enumerable set, r.e. bahasa
Set, bahasa, yang dapat dihasilkan (disebutkan) di mana semua string
di set, bahasa, dari panjang yang diberikan dapat dihasilkan.
Biasanya pencacahan adalah string dengan panjang 1, maka string panjang 2,
dan keempat. Tentu saja mungkin tidak ada string untuk beberapa panjang.
Dalam beberapa kasus, menghasilkan Sigma n ^ dan melewati setiap string ke mesin atau
tata bahasa. Tali diterima adalah string panjang n.
Tidak ada persyaratan bahwa string akan dihasilkan dalam leksikal atau
lainnya untuk.
Jika kedua satu set dan yang melengkapi adalah secara rekursif Enumerable, maka
set rekursif.
Hirarki Chomsky tata bahasa / Bahasa
Jenis 0, tata bahasa yang menghasilkan r.e. set
dan mencirikan r.e. bahasa
Tata bahasa yang tidak terikat bentuk G = (V, T, P, S)
pembatasan ini dihapus dari bentuk produksi.
Tipe 1, tata bahasa yang mencirikan bahasa peka konteks.
Tipe 2, tata bahasa yang mencirikan bahasa bebas konteks.
Tipe 3, tata bahasa yang mencirikan bahasa reguler.
Catatan: Jenis 0 tata bahasa dapat memiliki loop tak terbatas dalam parser untuk
tata bahasa ketika sebuah string tidak dalam tata bahasa adalah masukan untuk parser.
P dan NP kelas bahasa
Sebuah kelas bahasa adalah sekumpulan bahasa yang karakteristik berbagi.
Karena bahasa adalah satu set string dari alfabet terbatas, sebuah kelas
bahasa adalah satu set set.
bahasa kelas P adalah himpunan bahasa yang terdapat sebuah
Mesin Turing deterministik yang menerima bahasa masing-masing sejumlah
transisi dibatasi oleh polinomial tetap panjang string masukan.
Mulailah dengan mesin "standar" Turing dengan kontrol negara hingga yang
adalah deterministik, TM memiliki tabel transisi dengan satu entri untuk setiap
(Negara, input-simbol) pasangan.
Pertimbangkan bahasa khusus yang memiliki berbagai rangkaian panjang. Biarkan
panjang dari setiap string dalam bahasa itu akan dilambangkan n. Jika ada ada yang tetap
polinomial dalam n, misalnya c ^ n * r untuk beberapa konstanta c tetap dan beberapa tetap
r konstan, sehingga mesin Turing menerima atau menolak semua string di
bahasa tertentu di c * r ^ n bergerak, transisi, maka yang spesifik
bahasa di P. set
Bahasa NP kelas berbeda dari kelas bahasa P dalam dua cara:
1) bahasa NP memiliki Mesin Turing dengan finite state nondeterministic
kontrol. Nondeterministic tidak berarti acak.
2) NP bahasa memiliki mesin Turing yang tidak memiliki untuk menolak
string dalam jumlah yang ditentukan dari pergerakan.
Catatan: Tanpa batasan waktu, dibatasi jumlah pergerakan, apapun
nondeterministic mesin Turing memiliki setara deterministik
Mesin Turing. Hal ini diyakini bahwa kelas bahasa tidak P
setara dengan kelas bahasa NP tetapi kepercayaan ini tidak belum terbukti.
50ribu Ton Uranium
50 ribu ton uranium yang tertahan di bawah tekanan diafragmaku berhasil kuredam, meskipun berjuta kilatan petir menyambar-nyambar hendak menembus lapisan epidermis kulit yang sangat rentan ini. Dia telah mengirimkan malaikat-malaikat yang sangat baik dalam kehidupanku, menjadi penyeimbang perahuku disaat tali-tali layar putus, disaat gelombang "seiche" datang mengajak sabung. mereka benar-benar malaikat Penolong bagiku. hanya kata "ringan " yang bisa kuucapkan, "Terima kasih sahabat-sahabatku"
PARSER DAN POHON SINTAKS
Parsing
Parsing adalah konsturksi atau pembentukan Pohon Sintaks untuk suatu kalimat (ekspresi).
Bila terdapat lebih dari satu pohon sintaks untuk sebuah grammar maka dikatakan grammar tersebut Ambiguous.
Dua cara melakukan validitas sintaks dengan parsing :
TOP DOWN Parsing : melakukan derivasi string dari NT
BOTTOM UP Parsing : melakukan reduksi simbol ke NT.
Parsing Top Down
Jika adalah input string, maka derivasi dari Top Down Parse dapat ditunjukkan sebagai berikut :
S … … …
Parse Tree untuk Top Down Parsing selalu dimulai dari sebelah kiri
Parsing Top Down (cont.)
Contoh : Parsing Top Down untuk identifier x2
Derivasinya :
Parsing Top Down (cont.)
Contoh : ekspresi a + b * c
grammar : E ::= T + E | T
T ::= V * E | V
V ::=
Parsing Bottom Up
Parsing Bottom Up membangun pohon sintaks melalui urutan simbol yang direduksi, atau dimulai dengan sebuah string hingga mencapai simbol start Grammar
Contoh : diketahui identifier x2, dengan parsing bottom up menjadi :
Relasi Preseden dan Pemakaiannya
Teknik parsing pada metode Bottom-Up dilakukan dengan mencari berulang-ulang, handle (leftmost simple phrase) u dari bentuk sentensial saat itu dan mereduksinya menjadi suatu nonterminal U dnegan memakai reduksi U u
Jadi tujuan utamanya adalah mencari Handle dari sebuah bentuk sentensial yaitu simple phrase terkiri (leftmost) dari bentuk sentensial tersebut.
Masalah tersebut diselesaikan dengan Grammar Preseden
Relasi Preseden dan Pemakaiannya (cont.)
Misal, R dan S berada dalam suatu grammar G. Beberapa bentuk sentensial dapat dibentuk dari simbol R dan G tersebut (…RG…..). Ada tiga kemungkinan yang timbul dalam handle yang dibuat dari R dan S.
R adalah bagian dari suatu handle tapi S tidak (R S)
dikatakan R > S (R memiliki Preseden atas S).
R harus merupakan ekor dari beberapa produksi U …R.
Karena handle berada di kiri S,maka S harus merupakan terminal
Relasi Preseden dan Pemakaiannya (cont.)
R dan S keduanya adalah bagian dalam suatu handle (R S)
dikatakan R dan S memiliki Preseden yang sama, dan harus direduksi secara bersamaan waktu
Harus ada suatu produksi U …RS...
Relasi Preseden dan Pemakaiannya (cont.)
Contoh : Diketahui, Grammar dengan simbol Start Z dan produksi :
Z bMb
M (L | a
L Ma)
Berikut ini akan ditunjukkan bentuk sentensial, phon sintaks,handel dari relasi yang dapat diturunkan dari produksi.
Bentuk sentensial : bab
Pohon Sintaks :
Relasi Preseden dan Pemakaiannya (cont.)
Bentuk sentensial : b(Lb
Pohon Sintaks :
treasure of gengis khan

sebuah petualangan yang asyik dan menegangkan, penuh nilai kepahlawanan, guyonan cerdas.
rasanya seolah kita diajak berpetualang ke negeri-negeri belahan dunia.
Berbagai peristiwa dirangkai dengan amat genius meskipun baru paham setelah membaca buku ini sampai 1/3 isi buku
kalo saya boleh menyebutnya SKI "Senam Kesegaran Imajinasi"
h1
tanggal 11 maret lalu seharusnya saya sudah harus berada di ruang ini untuk melaksanakan amanah di tempat yang baru, namu baru hari ini saya 100% aktif di tempat ini, hari ini memang sibuk, sibuk terdiam membaca lingkungan, situasi, kawan-kawan baru di ruang "perencanaan"
kiranya perlu waktu 1 minggu bagi saya untuk benar-benar bisa menyesuaikan diri dengan situasi di ruangan ini, tapi saya yakin , saya akan belajar banyak di gedung megah ini, saya akan banyak mendapat ilmu dan pengalaman , Aku mohon petunjuk dan ridlo-MU ya Allah
Negeri 5 Menara Resume
Novel yang penuh dengan vitamin Emosional dan Spiritual bagi jiwa, Pak Ary Ginanjar menyebutnya “ESQ”.
Berikut beberapa kutipan Novel yang akan menjadi kabel setrum bagi jiwa kita yang terkadang “drop”atau sedang “Ogah-ogahan” dalam menapaki jejak-jejak kehidupan sehingga jejak yang kita tinggalkan akan selalu bermakna.
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri Orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
JIka matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
Imam Syafi’i
(Opening)
“…Aku berdiri sambil mengulet untuk mengusir kantuk. Setelah membasahi muka dan mengambil wudl, kantukku lumayan reda. Setiap aku merasa harus menyerah dan tidur, aku melecut diriku,”ayo satu halaman lagi, satu baris lagi, satu kata lagi…” AKhirnya dnegan perjuangan, akhirnya aku bisa menamatkan bacaanku. Dengan ega aku angkat buku itu dan aku benamkan wajahku sambil berdoa, Ya Allah telah aku sempurnakan semua usahaku dan doaku kepadaMu. Sekarang semuanya aku serahkan kepadamu, AKu tawakal dan ikhlas. Mudahkanujianku besok. Amin”
Dengan doa itu aku merasa tenang dan tenteram.
(Sahirul Lail, halaman 199-200)
“Banyak keajaiban terjadi di dunia karena orang telah memasang tekad dan niat, dan selalu mencoba merealisasikanya. Dan aku percaya dengan man jadda wajadda itu…”
(Princess if Madani, Halaman 233)
“…“Kami keluarga kelas sekian”. Kami berlomba-lomba membuat yang terbagus.
Seperti biasa, Ustad Salman ingin berbeda. Menjelang foto bersama besok, dia mengumpulkan kami.
“Menurut saya, untuk bisa maju dan berprestasi, kita tidak boleh biasa-biasa saja. Harus mencari yang lebih baik dan berbeda. Setuju?”
“…”
(Parlez vous Francais,Halaman 266)
“…Felicitation, kalan telah memperlihatkan apa yang disebut imalu fauka ma amilu. Berbuat lebih dari apa yang diperbuat orang lain. …”
(Parlez vous Francais,Halaman 267)
Sudah dua minggu sejak aku bertemu Sarah. Tapi rasanya baru kemarin. Pengalaman yang selalu membawa senyum ke wajahku. Pengalaman yang mengajarkan bahwa kalau aku mau bercita-cita, selalu ada jalan. Bahkan keajaiban-keajaiban bisa diciptakan dengan usaha-usaha tak kunjung menyerah.
(Si Pungguk dan Sang Bulan, Halaman 257)
“…..Baru kali ini aku melihat dia puasa senyum lebih dari 5 menit. Iseng, kami mencoba melambaikan tangan ke arah said yang sedang sibuk bertugas. Hanya dibalas dengan anggukan kecil saja. Lucu sekali melihat Said mempertahankan wibawa dengan berjuang menutupi senyum lebarnya.”
(Lembaga Sensor,halaman 301)
“…Banyak yang tidak percaya, tergelak, atau hanya menyumbang senyum, menganggap ide ini sebuah mimpi yang keterlaluan.
Tapi mereka maju terus. Ya, itu yang mereka lakukan dengan cara yang paling manual. Masing-masing membagi tugas. Raja menuliskan entry Inggris dan Baso untuk Arab. Selama setahun,, siang malam mereka mengerjakan pemilihan kata yang benar-benar cocok untuk Pelajar. Aku ingat beberapa kali bangun tengah malam untuk Tahajud. Setiap bangun, aku menyaksikan di tengah kesunyian dan gelapnya malam, Baso dan Raja duduk bersila ditemani sebuah lampu teplok yang apinya melenggak-lenggok….”
“… Mereka terus menulis dan menulis tidak kenal lelah. Pagi-pagi aku melihat jempol, telunjuk dan jari tengah mereka bengkak-bengkak dan membiru karena dipakai memegang pulpen tiada henti…”
(Lembaga Sensor,Halaman 307)
Selain itu juga pembelajaran untuk mengambil segi positif dari setiap “ketidakenakan” yang ditimpakan kepada kita
“…Aku sekilas melihat sampulnya :”Catatan Perilaku angkatan 1988”. Buku ini kami sebut kitab “Dosa dan Pahala” kami selama berada di PM. Bagai punya melaikat Rakib dan Atit, semua pelanggaran dan prestasi setiap Murid tercatat rapi di buku ini.” (Kereta angin kuning, Halaman 315)
“…Sejak itu, aku belajar hebat untuk bisa juga dipilih. Setiap kesempatan latihan pidato dan diskusi berbahasa Inggris, aku membuat persiapan maksimal. Rupanya usahaku tidak sia-sia, hari ini usahaku dibayar kontan….”
“…Selama 3 hari 3 malam, ditemani Sahibul menara dan Raja sebagai Konsultan, aku berlatih dan berlatih, di sebelah kali. AKu berteriak tanpa lelah kepada Air, bamboo, semak belukar, melatih lidahku supaya fleksibel untuk membawakan pidatoku yang berjudul “When East Greest West”….”
(Kereta Angin kuning, Halaman 317)
“Bismillah, ya Tuhan, sudah aku kerahkan segala usaha, sekarang aku serahkan penampilanku kepadaMu dengan segala ikhlas,” gumamku.”
(Kereta Angin kuning, Halaman 318)
“Kejutan apa lagi Tad?” tanyaku. Kawan-kawan lain juga bertanya-tanya.
“Yang memperlihatkan kesigapan dan penghargaan. Kita bikin kilas 70 instant!’”
“Maksudnya Tad?”
”Kita berburu dengan waktu. Kita bikin Presiden bisa menerima dan membaca liputan kunjungan dan fotonya, bahkan sebelum dia turun panggung.”
Wajah kami melongo…”
“… Can it be done? Sure. ini agak mission-impossible. Tapi dengan man jadda wajada ya akhi. Insya Allah kita bisa.”
Kami manggut-manggut.
“Ini rencana saya. Taufan bertugas mengambil foto Presiden begitu menginjakkan kaki di PM. Lalu langsung ngebut naik motor ke Ponorogo untuk mencuci hasilnyta. ALif membuat liputan sampa pidato sambutan pertama dan langsung mengetik laporanya. Dalam setengah jam laporan dan foto sudah harus disetor kesini….””
(Kilas 70, Halaman 332-333)
“…Iya, rugi kalau stress, mending kita bekerja keras. Wali kelasku pernah memberi motivasi yang sangat mengena di hati. Katanya kalau ingin sukses dan berprestasi dalam segala bidang apa pun, maka lakuykanlah dengan prinsip “Saajtahidu fauqa mustawa al-akhar. Bahwa aku akan berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan orang lain…”
“….Lihatlah,berapa perbedaan antara juara satu lari 200 meter dunia? CUma O,oo sekia detik disbanding sainganya. Berapa beda jarak juara renang dengan sainganya? Mungkin hannya satu ruas jari!. Untuk juara hanya butuh sedikit lebih baik dari orang kebanyakan! Sudah lebih terasa kekuatanya? ”
Kepala kami mengangguk-angguk…”
“…Di atas semua itu. Ketika semua usaha telah kita smepurnakan, kita berdo’a dengan khusyuk kepada Allah. Dan hanya setelah Usaha dan doa inilah kita bertawakal, menyerahkan semuanya kepada Allah,” tandas Said.
Pidato Said ini menyalakan semangat kami. Rasanya beban menghadapai ujian menjadi Ringan, pikiran jadi lebih jernih…”
(Kamp Konsentrasi, Halaman 383-384)
Sedangkan ini adalah seluruh rangkaian judul bab cerita
Pesan dari masa silam
Keputusan Setengah Hati
Rapat Tikus
Kampung di atas kabut
Man jadda wajada
Sang Renaissance Man
Shopping Day
Sergapan pertama Tyson
Agen 007
Sarung dan Kurban
Sahibul Menara
Surat dari Seberang Pulau
Sepuluh Pentung
Maa Haaza
Thank God It’s Friday
Keajaiban itu datang pagi-pagi
Abu Nawas dan Amak
Bung Karno
Maradona Hapal Quran
Berlian dari Belgia
Umat Icuk
Festival AKbar
Sahirul Lail
Orator dan Terminator
Princess sod Madani
Pendekar pembela Sapi
Nama yang bersenandung
Si Pungguk dan Sang Bulan
Parlez Vouz Francais?
Rendang Kapau
PIala di depan Puskesmas
A Date on the Altlantic
Puncak Rabtai Makanan
Lembaga Sensor
Sekam itu bernama ITB
Kereta Angin KUning
Kilas 70
It’s Show Time
Rahasia BAso
Sepasang jubah surgawi
Perang Batin
Kamp Konsentrasi
Beratus ribu jabat Erat
Jawaban tentang hal tersebut
Pertama harus ada bukti fisik yang cukup, tidak banyak yang perlu dibahas dengan hal pertama ini. Yang kedua adalah butuh dukungan semua pihak untuk melakukan apa yang ada di benak kawan saat ini, sedangkan kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang masih menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa, bukan merupakan pelanggaran hukum, tidak banyak dari mereka yang mau melakukan protes, untuk korbanya paling2 hanya mengeluh, kawan juga menyaksikan bagaimana “ngerinya(baca:biasa,red)” pembelian suara pada pilkada beberapa saat yang lalu, inilah salah satu “bump” dari pelaksanaan sistem saat itu.
Kalau boleh saya mengatakan, sebetulnya ini bukan hanya permasalahan penegakan hukum, akan tetapi lebih kepada budaya karakter Orang Indonesia. Hal mendasar yang paling bisa kita lakukan adalah dengan membiasakan “hidup bersih” di lingkungan kita, dimulai dari hal terkecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari sekarang.
“Saya tidak pesimis hal yang ada di benak kawanku bisa terealisasi di suatu saat nanti.”
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH
Kompetensi Kepala Sekolah
A. Kompetensi Kepribadian
1. Memiliki integritas kepribadian yang kuat sebagai pemimpin :
• Selalu konsisten dalam berfikir, bersikap, berucap, dan berbuat dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi
• Memiliki komitmen/loyalitas/ dedikasi/etos kerja yang tinggi dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.
• Tegas dalam dalam mengambil sikap dan tindakan sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
• Disiplin dalam melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.
2.Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah:
• Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap kebijakan, teori, praktik baru sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsinya.
• Mampu secara mandiri mengembangkan diri sebagai upaya pemenuhan rasa keingintahuannya terhadap kebijakan, teori, praktik baru sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
3. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi:
• Kecenderungan untuk selalu menginformasikan secara tranparan dan proporsional kepada orang lain atas segala rencana, proses pelaksanaan, dan keefektifan, kelebihan dan kekurangan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi
• Terbuka atas saran dan kritik yang disampikan oleh atasan, teman sejawat, bawahan, dan pihak lain atas pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
4.Mampu mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah:
• Memiliki stabilitas emosi dalam setiap menghadapi masalah sehubungan dengan suatu tugas pokok dan fungsi
• Teliti, cermat, hati-hati, dan tidak tergesa-gesa dalam melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi
• Tidak mudah putus asa dalam menghadapai segala bentuk kegagalan sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
5.Memiiki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan:
• Memiliki minat jabatan untuk menjadi kepala sekolah yang efektif
• Memiliki jiwa kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah
B. Kompetensi Manajerial
1.Mampu menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan:
• Menguasai teori perencanaan dan seluruh kebijakan pendidikan nasional sebagai landasan dalam perencanaan sekolah, baik perencanaan strategis, perencanaan orpariosanal, perencanaan tahunan, maupun rencana angaran pendapatan dan belanja sekolah,
• Mampu menyusun rencana strategis (renstra) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan kebijakan pendidikan nasional, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan strategis yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencara strategis baik
• Mampu menyusun rencana operasional (Renop) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana strategis yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan renop yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana operasional yang baik.
• Mampu menyusun rencana tahunan pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana operasional yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan tahunan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana tahunan yang baik.
• Mampu menyusun rencana anggaran belanja sekolah (RAPBS) berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan RAPBS yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan RAPBS yang baik.
• Mampu menyusun perencanaan program kegiatan berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan dan RAPBS yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan perencanaan program yang baik.
• Mampu menyusun proposal kegiatan melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip-prinsip penyusunan proposal yang baik.
2.Mampu mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan:
• Menguasai teori dan seluruh kebijakan pendidikan nasional dalam pengorganisasian kelembagaan sekolah sebagai landasan dalam mengorganisasikan kelembagaan maupun program insidental sekolah.
• Mampu mengembangkan struktur organisasi formal kelembagaan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.
• Mampu mengembangkan deskripsi tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.
• Menempatkan personalia yang sesuai dengan kebutuhan
• Mampu mengembangan standar operasional prosedur pelaksanaan tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik
• Mampu melakukan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan prinsip-prinsip tepat kualifikasi, tepat jumlah, dan tepat persebaran.
• Mampu mengembangkan aneka ragam organisasi informal sekolah yang efektif dalam mendukung implementasi pengorganisasian formal sekolah dan sekaligus pemenuhan kebutuhan, minat, dan bakat perseorangan pendidikan dan tenaga kependidikan
3.Mampu memimpin guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:
• Mampu mengkomunikasikan visi, misi, tujuan, sasaran, dan program strategis sekolah kepada keseluruhan guru dan staf.
• Mampu mengkoordinasikan guru dan staf dalam merelalisasikan keseluruhan rencana untuk mengapai visi, mengemban misi, mengapai tujuan dan sasaran sekolah
• Mampu berkomunikasi, memberikan pengarahan penugasan, dan memotivasi guru dan staf agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan
• Mampu membangun kerjasama tim (team work) antar-guru, antar- staf, dan antara guru dengan staf dalam memajukan sekolah
• Mampu melengkapi guru dan staf dengan keterampilan-keterampilan profesional agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing
• Mampu melengkapi staf dengan ketrampilan-ketrampilan agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dan diperbaharui untuk kemajuan sekolahnya
• Mampu memimpin rapat dengan guru-guru, staf, orangtua siswa dan komite sekolah
• Mampu melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan strategi yang tepat
• Mampu menerapkan manajemen konflik
4.Mampu mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:
• Mampu merencanakan kebutuhan guru dan staf berdasarkan rencana pengembangan sekolah
• Mampu melaksanakan rekrutmen dan seleksi guru dan staf sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki oleh sekolah
• Mampu mengelola kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional guru dan staf
• Mampu melaksanakan mutasi dan promosi guru dan staf sesuai kewenangan yang dimiliki sekolah
• Mampu mengelola pemberian kesejahteraan kepada guru dan staf sesuai kewenangan dan kemampuan sekolah
5.Mampu mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal:
• Mampu merencanakan kebutuhan fasilitas (bangunan, peralatan, perabot, lahan, infrastruktur) sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah
• Mampu mengelola pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
• Mampu mengelola pemeliharaan fasilitas baik perawatan preventif maupun perawatan terhadap kerusakan fasilitas sekolah
• Mampu mengelola kegiatan inventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai sistem pembukuan yang berlaku.
• Mampu mengelola kegiatan penghapusan barang inventaris sekolah
6.Mampu mengelola hubungan sekolah – masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah:
• Mampu merencanakan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
• Mampu melakukan pendekatan-pendekatan dalam rangka mendapatkan dukukungan dari lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
• Mampu memelihara hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
7. Mampu mengelola kesiswaan, terutama dalam rangka penerimaan siswa baru, penempatan siswa, dan pengembangan kapasitas siswa:
• Mampu mengelola penerimaan siswa baru terutama dalam hal perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa baru sesuai dengan kebutuhan sekolah
• Mampu mengelola penempatan dan pengelompokan siswa dalam kelas sesuai dengan maksud dan tujuan pengelompokan tersebut.
• Mampu mengelola layanan bimbingan dan konseling dalam membantu penguatan kapasitas belajar siswa
• Mampu menyiapkan layanan yang dapat mengembangkan potensi siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, kreativitas dan kemampuan
• Mampu menetapkan dan melaksanakan tata tertib sekolah dalam memelihara kedisiplinan siswa
• Mampu mengembangkan sistem monitoring terhadap kemajuan belajar siswa
• Mampu mengembangkan sistem penghargaan dan pelaksanaannya kepada siswa yang berprestasi
8.Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional:
• Menguasai seluk beluk tujuan nasional, tujuan pembangunan nasional, dan tujuan pendidikan nasional, regional, dan lokal secara tepat dan kompherensif sehingga memiliki sikap positif akan pentingnya tujuan-tujuan tersebut sebagai arah penyelenggaraan pendidikan dan terampil menjabarkannya menjadi kompetensi lulusan dan kompetensi dasar.
• Memiliki wawasan yang tepat dan komprehensif tentang kedirian peserta didik sebagai manusia yang berkarakter, berharkat, dan bermartabat, dan mampu mengembangan layanan pendidikan sesuai dengan karakter, harkat, dan martabat manusia.
• Memiliki pemahaman yang komprehensif dan tepat, dan sikap yang benar tentang esensi dan tugas profesional guru sebagai pendidik
• Menguasai seluk beluk kurikulum dan proses pengembangan kurikulum nasional sehingga memiliki sikap positif terhadap kebaradaan kurikulum nasional yang selalu mengalami pembaharuan, serta terampil dalam menjabarkannya menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan
• Mampu mengembangkan rencana dan program pembelajaran sesuai dengan kompetensi lulusan yang diharapkan
• Menguasai metode pembelajaran efektif yang dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, spritual, dan emosional sesuai dengan materi pembelajaran
• Mampu mengelola kegiatan pengembangan sumber dan alat pembelajaran di sekolah dalam mendukung pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
• Menguasai teknik-teknik penilaian hasil belajar dan menerapkannya dalam pembelajaran
• Mampu menyusun program pendidikan per tahun dan per semester
• Mampu mengelola penyusunan jadwa pelajaran per semester
• Mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi program pembelajaran dan melaporkan hasil-hasilnya kepada stakeholders sekolah.
9. Mampu mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien:
• Mampu merencanakan kebutuhan keuangan sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.
• Mampu mengupayakan sumber-sumber keuangan terutama yang bersumber dari luar sekolah dan dari unit usaha sekolah.
• Mampu mengkoordinasikan pembelanjaan keuangan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan berdasarkan asas prioritas dan efisiensi
• Mampu mengkoordinasikan kegiatan pelaporan keuangan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
10.Mampu mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung kegiatan-kegiatan sekolah:
• Mampu mengelola administrasi surat masuk dan surat keluar sesuai dengan pedoman persuratan yang berlaku
• Mampu mengelola administrasi sekolah yang meliputi administrasi akademik, kesiswaan, sarana/prasarana, keuangan, dan hubungan sekolah-masyarakat
• Mampu mengelola administrasi kearsipan sekolah baik arsip dinamis maupun arsip lainnya
• Mampu mengelola administrasi akreditasi sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip tersedianya dokumen dan bukti-bukti fisik
11.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan kesiswaan di sekolah:
• Mampu mengelola laboratorium sekolah agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran siswa
• Mampu mengelola bengkel kerja agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran keterampilan siswa
• Mampu mengelola usaha kesehatan sekolah dan layanan sejenis untuk membantu siswa dalam pelayanan kesehatan yang diperlukan
• Mampu mengelola kantin sekolah berdasarkan prinsip kesehatan, gizi, dan keterjangkauan
• Mampu mengelola koperasi sekolah baik sebagai unit usaha maupun sebagai sumber belajar siswa
• Mampu mengelola perpustakaan sekolah dalam menyiapkan sumber belajar yang diperlukan oleh siswa
12.Mampu menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah:
• Mampu bertindak kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaan melalui cara berpikir dan cara bertindak
• Mampu memberdayakan potensi sekolah secara optimal ke dalam berbagai kegiatan-kegiatan produktif yang menguntungkan sekolah
• Mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan (kreatif, inovatif, dan produktif) di kalangan warga sekolah
13.Mampu menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif bagi pembelajaran siswa:
• Mampu menata lingkungan fisik sekolah sehingga menciptakan suasana nyaman, bersih dan indah
• Mampu membentuk suasana dan iklim kerja yang sehat melalui penciptaan hubungan kerja yang harmonis di kalangan warga sekolah
• Mampu menumbuhkan budaya kerja yang efisien, kreatif, inovatif, dan berorientasi pelayanan prima
14.Mampu mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan:
• Mampu mengembangkan prosedur dan mekanisme layanan sistem informasi
• Mampu menyusun format data base sekolah sesuai kebutuhan
• Mampu mengkoordinasikan penyusunan data base sekolah baik sesuai kebutuhan pendataan sekolah
• Mampu menerjemahkan data base untuk merencanakan program pengembangan sekolah
15.Terampil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah:
• Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen sekolah
• Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komukasi dalam pembelajaran, baik sebagai sumber belajar maupun sebagai alat pembelajaran
16.Terampil mengelola kegiatan produksi/jasa dalam mendukung sumber pembiayaan sekolah dan sebagai sumber belajar sisiwa:
• Mampu merencanakan kegiatan produksi/jasa sesuai dengan potensi sekolah
• Mampu membina kegiatan produksi/jasa sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang profesional dan akuntabel
• Mampu melaksanakan pengawasan kegiatan produksi/jasa dan menyusun laporan
• Mampu mengembangkan kegiatan produksi/jasa dan pemasarannya
17. Mampu melaksana-kan pengawasan terhadap pelaksana-an kegiatan sekolah sesuai standar pengawasan yang berlaku:
• Memahami peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan standar pengawasan sekolah
• Melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah
C. Kompetensi Supervisi
1. Mampu melakukan supervisi sesuai prosedur dan teknik-teknik yang tepat:
• Mampu merencanakan supervisi sesuai kebutuhan guru
• Mampu melakukan supervisi bagi guru dengan menggunakan teknik-teknik supervisi yang tepat
• Mampu menindaklanjuti hasil supervisi kepada guru melalui antara lain pengembangan profesional guru, penelitian tindakan kelas, dsb.
2.Mampu melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan program pendidikan sesuai dengan prosedur yang tepat:
• Mampu menyusun standar kinerja program pendidikan yang dapat diukur dan dinilai.
• Mampu melakukan monitoring dan evaluasi kinerja program pendidikan dengan menggunakan teknik yang sesuai
• Mampu menyusun laporan sesuai dengan standar pelaporan monitoring dan evaluasi
D. Kompetensi Sosial
1.Terampil bekerja sama dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan dan memberi manfaat bagi sekolah:
• Mampu bekerja sama dengan atasan bagi pengembangan dan kemajuan sekolah
• Mampu bekerja sama dengan guru, staf/karyawan, komite sekolah, dan orang tua siswa bagi pengembangan dan kemajuan sekolah
• Mampu bekerja sama dengan sekolah lain dan instansi pemerintah terkait dalam rangka pengembangan sekolah
• Mampu bekerja sama dengan dewan pendidikan kota/kabupaten dan stakeholders sekolah lainnya bagi pengembangan sekolah
2. Mampu berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan:
• Mampu berperan aktif dalam kegiatan informal di luar sekolah
• Mampu berperan aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan
• Mampu berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga atau kegiatan masyarakat lainnya
• Mampu melibatkan diri dalam pelaksanaan program pemerintah
3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain:
• Mampu menggali persoalan dari lingkungan sekolah (berperan sebagai problem finder)
• Mampu dan kreatif menawarkan solusi (sebagai problem solver)
• Mampu melibatkan tokoh agama, masyarakat, & pemerintah dalam memecahkan masalah kelembagaan
• Mampu bersikap obyektif/tidak memihak dalam mengatasi konflik internal sekolah
• Mampu bersikap simpatik/tenggang rasa terhadap orang lain
• Mampu bersikap empatik/sambung rasa terhadap orang lain,
Sumber :
http://www.tendik.org/
10 SITUS PALING POPULER 2009
Berikut saya copy paste dari detik.net 10 info tentang situs paling populer di tahun 2009 ini,
Wikipedia ditempatkan sebagai website paling populer dan berpengaruh pada tahun 2009 untuk 2 tahun berturut-turut. Ini berdasarkan hasil studi website tracking ://URLFAN.
Mereka mengukur popularitas situs bukan dari trafik, melainkan seberapa sering tampil di blog atau website. Membuntuti Wikipedia di posisi berikutnya berturut-turut adalah YouTube, Flickr dan Twitter.
Facebook memang masih masuk urutan sepuluh besar, tapi hanya mampu nangkring di tempat ke-7. Yang cukup menarik, MySpace mengungguli Facebook di urutan ke-6. Padahal untuk urusan trafik, lalu lintas Facebook dua kali lipat lebih padat dari MySpace.
Daftar yang disusun ://URLFAN menunjukkan pengaruh media sosial dan situs konten dari user kian melonjak. Terbukti di 10 besar, hanya Google, IMDB dan Apple yang tidak masuk dalam dua kategori tersebut.
Beberapa blog independen juga masuk dalam daftar ini. Blog populer seperti Mashable, Gizmodo sampai BoingBoing menerobos seratus besar.
Berikut daftar 10 besar website paling populer 2009 versi ://URLFAN yang dikutip detikINET dari TechRadar, Kamis (26/11/2009):
1. wikipedia.org
2. youtube.com
3. flickr.com
4. twitter.com
5. google.com
6. myspace.com
7. facebook.com
8. imdb.com
10. apple.com
Perayaan hari raya idul qurban
demo menuntut pembebasan bibit Chandra, mereka yang kebanyakan berusia di bawah 10 tahun itu mengadu untuk mengajak takbir keliling ke alun2 manhattan/magetan, padahal ni baru pulang, capek, belum mandi, belum luluran, belum ada persiapan sama sekali, hujan malahan, terus si upil, eh maksudnya si ipul(temen peserjuangan) masih sibuk “nyolder”, nyolderin paruh burung puyuh sambil ngitungin telor puyuh hasil ternaknya, waduuuhhhhTapi rasa capek yg mendera terbayar lunas ketika menyaksikan parade lampion dari anak2 SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK se magetan, seru abis ngliatinnya kali ini, mereka begitu kreatif dan sangat menarik perhatian, lampion dihias dengan berbagai pernik yg menambah bergemanya alunan takbir idul adha 1430 H.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H”
“Semoga kita bisa menjadikanya sebagai momentum untuk bisa lebih meningkatkan kualitas diri kita sebagai Insan yang Taat kepada Allah”
Pelajaran dari Sebuah Ember
Artikel ini sudah hampir 1 tahun nyangkut di flashdisk, tapi baru kemaren sempat terbaca, pembelajaranya cukup menginspiratif, berikut ceritanya
Suatu hari, seorang guru berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnisnya, dan ia berusaha mengajarkan sesuatu dengan memakai ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia mengeluarkan ember berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam ember. Ketika batu itu memenuhi ember sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: "Apakah toples ini sudah penuh?" Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!" Kemudian dia berkata, "Benarkah?" Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah ember ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab. "Bagus!" jawab sang guru. Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam ember, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, "Apakah ember ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab.
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam ember, sampai ember itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si guru ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!" "Bukan!", jawab si guru, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini
mengajarkan kita bahwa: JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM EMBER TERSEBUT.
***
"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami atau istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".
Inilah salah satu yang diajarkan dalam manajemen waktu dimana manajemen waktu dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas atas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektivitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna, yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu.
Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Dari tinjauan secara komprehensif pekerjaan yang hendak dikerjakan dan rumusan tertulis sebuah rencana dapat diketahui prioritas hubungan antar aktivitas yang akan dikerjakan sendiri serta didelegasikan. Jebakan yang sering muncul disini adalah rasa percaya diri dapat cepat bila dikerjakan sendiri dimana itu perasaan yang kurang tepat. Setelah pengorganisasian terjadi maka penggerakan pun dilakukan yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada pemegang delegasi. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan termasuk permintaan bantuan dari atasan maupun bawahan dengan cara berani mengatakan "TIDAK".
Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan dilakukan pengawasan berdasarkan rencana, yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. Dalam situasi waktu sesuai rencana belum habis sedangkan pekerjaan telah tuntas seyogyanya dipergunakan untuk menambah kuantitas, merencanakan pekerjaan selanjutnya dan atau investasi waktu. Akhirnya, kualitas manajamen waktu berpedoman kepada empat indikator,yaitu: tetap merencanakan, tetap mengorganisasikan, tetap menggerakkan, dan tetap melakukan pengawasan.
idget-c5.slide.com/p1/3530822107895764165/ms_t063_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif)







