Welcome to My Blog
Selamat datang di website Agus Dian Ristanto
Featured Posts
Negeri 5 Menara Resume
Novel yang penuh dengan vitamin Emosional dan Spiritual bagi jiwa, Pak Ary Ginanjar menyebutnya “ESQ”.
Berikut beberapa kutipan Novel yang akan menjadi kabel setrum bagi jiwa kita yang terkadang “drop”atau sedang “Ogah-ogahan” dalam menapaki jejak-jejak kehidupan sehingga jejak yang kita tinggalkan akan selalu bermakna.
Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggalkan negerimu dan merantaulah ke negeri Orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang
Aku melihat air menjadi rusak karena diam tertahan
Jika mengalir menjadi jernih, jika tidak, kan keruh menggenang
Singa jika tak tinggalkan sarang tak akan dapat mangsa
Anak panah jika tidak tinggalkan busur tak akan kena sasaran
JIka matahari di orbitnya tidak bergerak dan terus diam tentu manusia bosan padanya dan enggan memandang
Bijih emas bagaikan tanah biasa sebelum digali dari tambang
Kayu gaharu tak ubahnya seperti kayu biasa
jika di dalam hutan
Imam Syafi’i
(Opening)
“…Aku berdiri sambil mengulet untuk mengusir kantuk. Setelah membasahi muka dan mengambil wudl, kantukku lumayan reda. Setiap aku merasa harus menyerah dan tidur, aku melecut diriku,”ayo satu halaman lagi, satu baris lagi, satu kata lagi…” AKhirnya dnegan perjuangan, akhirnya aku bisa menamatkan bacaanku. Dengan ega aku angkat buku itu dan aku benamkan wajahku sambil berdoa, Ya Allah telah aku sempurnakan semua usahaku dan doaku kepadaMu. Sekarang semuanya aku serahkan kepadamu, AKu tawakal dan ikhlas. Mudahkanujianku besok. Amin”
Dengan doa itu aku merasa tenang dan tenteram.
(Sahirul Lail, halaman 199-200)
“Banyak keajaiban terjadi di dunia karena orang telah memasang tekad dan niat, dan selalu mencoba merealisasikanya. Dan aku percaya dengan man jadda wajadda itu…”
(Princess if Madani, Halaman 233)
“…“Kami keluarga kelas sekian”. Kami berlomba-lomba membuat yang terbagus.
Seperti biasa, Ustad Salman ingin berbeda. Menjelang foto bersama besok, dia mengumpulkan kami.
“Menurut saya, untuk bisa maju dan berprestasi, kita tidak boleh biasa-biasa saja. Harus mencari yang lebih baik dan berbeda. Setuju?”
“…”
(Parlez vous Francais,Halaman 266)
“…Felicitation, kalan telah memperlihatkan apa yang disebut imalu fauka ma amilu. Berbuat lebih dari apa yang diperbuat orang lain. …”
(Parlez vous Francais,Halaman 267)
Sudah dua minggu sejak aku bertemu Sarah. Tapi rasanya baru kemarin. Pengalaman yang selalu membawa senyum ke wajahku. Pengalaman yang mengajarkan bahwa kalau aku mau bercita-cita, selalu ada jalan. Bahkan keajaiban-keajaiban bisa diciptakan dengan usaha-usaha tak kunjung menyerah.
(Si Pungguk dan Sang Bulan, Halaman 257)
“…..Baru kali ini aku melihat dia puasa senyum lebih dari 5 menit. Iseng, kami mencoba melambaikan tangan ke arah said yang sedang sibuk bertugas. Hanya dibalas dengan anggukan kecil saja. Lucu sekali melihat Said mempertahankan wibawa dengan berjuang menutupi senyum lebarnya.”
(Lembaga Sensor,halaman 301)
“…Banyak yang tidak percaya, tergelak, atau hanya menyumbang senyum, menganggap ide ini sebuah mimpi yang keterlaluan.
Tapi mereka maju terus. Ya, itu yang mereka lakukan dengan cara yang paling manual. Masing-masing membagi tugas. Raja menuliskan entry Inggris dan Baso untuk Arab. Selama setahun,, siang malam mereka mengerjakan pemilihan kata yang benar-benar cocok untuk Pelajar. Aku ingat beberapa kali bangun tengah malam untuk Tahajud. Setiap bangun, aku menyaksikan di tengah kesunyian dan gelapnya malam, Baso dan Raja duduk bersila ditemani sebuah lampu teplok yang apinya melenggak-lenggok….”
“… Mereka terus menulis dan menulis tidak kenal lelah. Pagi-pagi aku melihat jempol, telunjuk dan jari tengah mereka bengkak-bengkak dan membiru karena dipakai memegang pulpen tiada henti…”
(Lembaga Sensor,Halaman 307)
Selain itu juga pembelajaran untuk mengambil segi positif dari setiap “ketidakenakan” yang ditimpakan kepada kita
“…Aku sekilas melihat sampulnya :”Catatan Perilaku angkatan 1988”. Buku ini kami sebut kitab “Dosa dan Pahala” kami selama berada di PM. Bagai punya melaikat Rakib dan Atit, semua pelanggaran dan prestasi setiap Murid tercatat rapi di buku ini.” (Kereta angin kuning, Halaman 315)
“…Sejak itu, aku belajar hebat untuk bisa juga dipilih. Setiap kesempatan latihan pidato dan diskusi berbahasa Inggris, aku membuat persiapan maksimal. Rupanya usahaku tidak sia-sia, hari ini usahaku dibayar kontan….”
“…Selama 3 hari 3 malam, ditemani Sahibul menara dan Raja sebagai Konsultan, aku berlatih dan berlatih, di sebelah kali. AKu berteriak tanpa lelah kepada Air, bamboo, semak belukar, melatih lidahku supaya fleksibel untuk membawakan pidatoku yang berjudul “When East Greest West”….”
(Kereta Angin kuning, Halaman 317)
“Bismillah, ya Tuhan, sudah aku kerahkan segala usaha, sekarang aku serahkan penampilanku kepadaMu dengan segala ikhlas,” gumamku.”
(Kereta Angin kuning, Halaman 318)
“Kejutan apa lagi Tad?” tanyaku. Kawan-kawan lain juga bertanya-tanya.
“Yang memperlihatkan kesigapan dan penghargaan. Kita bikin kilas 70 instant!’”
“Maksudnya Tad?”
”Kita berburu dengan waktu. Kita bikin Presiden bisa menerima dan membaca liputan kunjungan dan fotonya, bahkan sebelum dia turun panggung.”
Wajah kami melongo…”
“… Can it be done? Sure. ini agak mission-impossible. Tapi dengan man jadda wajada ya akhi. Insya Allah kita bisa.”
Kami manggut-manggut.
“Ini rencana saya. Taufan bertugas mengambil foto Presiden begitu menginjakkan kaki di PM. Lalu langsung ngebut naik motor ke Ponorogo untuk mencuci hasilnyta. ALif membuat liputan sampa pidato sambutan pertama dan langsung mengetik laporanya. Dalam setengah jam laporan dan foto sudah harus disetor kesini….””
(Kilas 70, Halaman 332-333)
“…Iya, rugi kalau stress, mending kita bekerja keras. Wali kelasku pernah memberi motivasi yang sangat mengena di hati. Katanya kalau ingin sukses dan berprestasi dalam segala bidang apa pun, maka lakuykanlah dengan prinsip “Saajtahidu fauqa mustawa al-akhar. Bahwa aku akan berjuang dengan usaha di atas rata-rata yang dilakukan orang lain…”
“….Lihatlah,berapa perbedaan antara juara satu lari 200 meter dunia? CUma O,oo sekia detik disbanding sainganya. Berapa beda jarak juara renang dengan sainganya? Mungkin hannya satu ruas jari!. Untuk juara hanya butuh sedikit lebih baik dari orang kebanyakan! Sudah lebih terasa kekuatanya? ”
Kepala kami mengangguk-angguk…”
“…Di atas semua itu. Ketika semua usaha telah kita smepurnakan, kita berdo’a dengan khusyuk kepada Allah. Dan hanya setelah Usaha dan doa inilah kita bertawakal, menyerahkan semuanya kepada Allah,” tandas Said.
Pidato Said ini menyalakan semangat kami. Rasanya beban menghadapai ujian menjadi Ringan, pikiran jadi lebih jernih…”
(Kamp Konsentrasi, Halaman 383-384)
Sedangkan ini adalah seluruh rangkaian judul bab cerita
Pesan dari masa silam
Keputusan Setengah Hati
Rapat Tikus
Kampung di atas kabut
Man jadda wajada
Sang Renaissance Man
Shopping Day
Sergapan pertama Tyson
Agen 007
Sarung dan Kurban
Sahibul Menara
Surat dari Seberang Pulau
Sepuluh Pentung
Maa Haaza
Thank God It’s Friday
Keajaiban itu datang pagi-pagi
Abu Nawas dan Amak
Bung Karno
Maradona Hapal Quran
Berlian dari Belgia
Umat Icuk
Festival AKbar
Sahirul Lail
Orator dan Terminator
Princess sod Madani
Pendekar pembela Sapi
Nama yang bersenandung
Si Pungguk dan Sang Bulan
Parlez Vouz Francais?
Rendang Kapau
PIala di depan Puskesmas
A Date on the Altlantic
Puncak Rabtai Makanan
Lembaga Sensor
Sekam itu bernama ITB
Kereta Angin KUning
Kilas 70
It’s Show Time
Rahasia BAso
Sepasang jubah surgawi
Perang Batin
Kamp Konsentrasi
Beratus ribu jabat Erat
Jawaban tentang hal tersebut
Pertama harus ada bukti fisik yang cukup, tidak banyak yang perlu dibahas dengan hal pertama ini. Yang kedua adalah butuh dukungan semua pihak untuk melakukan apa yang ada di benak kawan saat ini, sedangkan kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang masih menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa, bukan merupakan pelanggaran hukum, tidak banyak dari mereka yang mau melakukan protes, untuk korbanya paling2 hanya mengeluh, kawan juga menyaksikan bagaimana “ngerinya(baca:biasa,red)” pembelian suara pada pilkada beberapa saat yang lalu, inilah salah satu “bump” dari pelaksanaan sistem saat itu.
Kalau boleh saya mengatakan, sebetulnya ini bukan hanya permasalahan penegakan hukum, akan tetapi lebih kepada budaya karakter Orang Indonesia. Hal mendasar yang paling bisa kita lakukan adalah dengan membiasakan “hidup bersih” di lingkungan kita, dimulai dari hal terkecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari sekarang.
“Saya tidak pesimis hal yang ada di benak kawanku bisa terealisasi di suatu saat nanti.”
KOMPETENSI KEPALA SEKOLAH
Kompetensi Kepala Sekolah
A. Kompetensi Kepribadian
1. Memiliki integritas kepribadian yang kuat sebagai pemimpin :
• Selalu konsisten dalam berfikir, bersikap, berucap, dan berbuat dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi
• Memiliki komitmen/loyalitas/ dedikasi/etos kerja yang tinggi dalam setiap melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.
• Tegas dalam dalam mengambil sikap dan tindakan sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
• Disiplin dalam melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi.
2.Memiliki keinginan yang kuat dalam pengembangan diri sebagai kepala sekolah:
• Memiliki rasa keingintahuan yang tinggi terhadap kebijakan, teori, praktik baru sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsinya.
• Mampu secara mandiri mengembangkan diri sebagai upaya pemenuhan rasa keingintahuannya terhadap kebijakan, teori, praktik baru sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
3. Bersikap terbuka dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsi:
• Kecenderungan untuk selalu menginformasikan secara tranparan dan proporsional kepada orang lain atas segala rencana, proses pelaksanaan, dan keefektifan, kelebihan dan kekurangan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi
• Terbuka atas saran dan kritik yang disampikan oleh atasan, teman sejawat, bawahan, dan pihak lain atas pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
4.Mampu mengendalikan diri dalam menghadapi masalah dalam pekerjaan sebagai kepala sekolah:
• Memiliki stabilitas emosi dalam setiap menghadapi masalah sehubungan dengan suatu tugas pokok dan fungsi
• Teliti, cermat, hati-hati, dan tidak tergesa-gesa dalam melaksanakan suatu tugas pokok dan fungsi
• Tidak mudah putus asa dalam menghadapai segala bentuk kegagalan sehubungan dengan pelaksanaan suatu tugas pokok dan fungsi.
5.Memiiki bakat dan minat jabatan sebagai pemimpin pendidikan:
• Memiliki minat jabatan untuk menjadi kepala sekolah yang efektif
• Memiliki jiwa kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan sekolah
B. Kompetensi Manajerial
1.Mampu menyusun perencanaan sekolah untuk berbagai tingkatan perencanaan:
• Menguasai teori perencanaan dan seluruh kebijakan pendidikan nasional sebagai landasan dalam perencanaan sekolah, baik perencanaan strategis, perencanaan orpariosanal, perencanaan tahunan, maupun rencana angaran pendapatan dan belanja sekolah,
• Mampu menyusun rencana strategis (renstra) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan kebijakan pendidikan nasional, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan strategis yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencara strategis baik
• Mampu menyusun rencana operasional (Renop) pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana strategis yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan renop yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana operasional yang baik.
• Mampu menyusun rencana tahunan pengembangan sekolah berlandaskan kepada keseluruhan rencana operasional yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan tahunan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan rencana tahunan yang baik.
• Mampu menyusun rencana anggaran belanja sekolah (RAPBS) berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan RAPBS yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan RAPBS yang baik.
• Mampu menyusun perencanaan program kegiatan berlandaskan kepada keseluruhan rencana tahunan dan RAPBS yang telah disusun, melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip penyusunan perencanaan program yang baik.
• Mampu menyusun proposal kegiatan melalui pendekatan, strategi, dan proses penyusunan perencanaan program kegiatan yang memegang teguh prinsip-prinsip-prinsip penyusunan proposal yang baik.
2.Mampu mengembangkan organisasi sekolah sesuai dengan kebutuhan:
• Menguasai teori dan seluruh kebijakan pendidikan nasional dalam pengorganisasian kelembagaan sekolah sebagai landasan dalam mengorganisasikan kelembagaan maupun program insidental sekolah.
• Mampu mengembangkan struktur organisasi formal kelembagaan sekolah yang efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.
• Mampu mengembangkan deskripsi tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik.
• Menempatkan personalia yang sesuai dengan kebutuhan
• Mampu mengembangan standar operasional prosedur pelaksanaan tugas pokok dan fungsi setiap unit kerja melalui pendekatan, strategi, dan proses pengorganisasian yang baik
• Mampu melakukan penempatan pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan prinsip-prinsip tepat kualifikasi, tepat jumlah, dan tepat persebaran.
• Mampu mengembangkan aneka ragam organisasi informal sekolah yang efektif dalam mendukung implementasi pengorganisasian formal sekolah dan sekaligus pemenuhan kebutuhan, minat, dan bakat perseorangan pendidikan dan tenaga kependidikan
3.Mampu memimpin guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:
• Mampu mengkomunikasikan visi, misi, tujuan, sasaran, dan program strategis sekolah kepada keseluruhan guru dan staf.
• Mampu mengkoordinasikan guru dan staf dalam merelalisasikan keseluruhan rencana untuk mengapai visi, mengemban misi, mengapai tujuan dan sasaran sekolah
• Mampu berkomunikasi, memberikan pengarahan penugasan, dan memotivasi guru dan staf agar melaksanakan tugas pokok dan fungsinya masing-masing sesuai dengan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan
• Mampu membangun kerjasama tim (team work) antar-guru, antar- staf, dan antara guru dengan staf dalam memajukan sekolah
• Mampu melengkapi guru dan staf dengan keterampilan-keterampilan profesional agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dilakukan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya masing-masing
• Mampu melengkapi staf dengan ketrampilan-ketrampilan agar mereka mampu melihat sendiri apa yang perlu dan diperbaharui untuk kemajuan sekolahnya
• Mampu memimpin rapat dengan guru-guru, staf, orangtua siswa dan komite sekolah
• Mampu melakukan pengambilan keputusan dengan menggunakan strategi yang tepat
• Mampu menerapkan manajemen konflik
4.Mampu mengelola guru dan staf dalam rangka pendayagunaan sumber daya manusia secara optimal:
• Mampu merencanakan kebutuhan guru dan staf berdasarkan rencana pengembangan sekolah
• Mampu melaksanakan rekrutmen dan seleksi guru dan staf sesuai tingkat kewenangan yang dimiliki oleh sekolah
• Mampu mengelola kegiatan pembinaan dan pengembangan profesional guru dan staf
• Mampu melaksanakan mutasi dan promosi guru dan staf sesuai kewenangan yang dimiliki sekolah
• Mampu mengelola pemberian kesejahteraan kepada guru dan staf sesuai kewenangan dan kemampuan sekolah
5.Mampu mengelola sarana dan prasarana sekolah dalam rangka pendayagunaan secara optimal:
• Mampu merencanakan kebutuhan fasilitas (bangunan, peralatan, perabot, lahan, infrastruktur) sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah
• Mampu mengelola pengadaan fasilitas sesuai dengan peraturan yang berlaku.
• Mampu mengelola pemeliharaan fasilitas baik perawatan preventif maupun perawatan terhadap kerusakan fasilitas sekolah
• Mampu mengelola kegiatan inventaris sarana dan prasarana sekolah sesuai sistem pembukuan yang berlaku.
• Mampu mengelola kegiatan penghapusan barang inventaris sekolah
6.Mampu mengelola hubungan sekolah – masyarakat dalam rangka pencarian dukungan ide, sumber belajar, dan pembiayaan sekolah:
• Mampu merencanakan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
• Mampu melakukan pendekatan-pendekatan dalam rangka mendapatkan dukukungan dari lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
• Mampu memelihara hubungan kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan masyarakat
7. Mampu mengelola kesiswaan, terutama dalam rangka penerimaan siswa baru, penempatan siswa, dan pengembangan kapasitas siswa:
• Mampu mengelola penerimaan siswa baru terutama dalam hal perencanaan dan pelaksanaan penerimaan siswa baru sesuai dengan kebutuhan sekolah
• Mampu mengelola penempatan dan pengelompokan siswa dalam kelas sesuai dengan maksud dan tujuan pengelompokan tersebut.
• Mampu mengelola layanan bimbingan dan konseling dalam membantu penguatan kapasitas belajar siswa
• Mampu menyiapkan layanan yang dapat mengembangkan potensi siswa sesuai dengan kebutuhan, minat, bakat, kreativitas dan kemampuan
• Mampu menetapkan dan melaksanakan tata tertib sekolah dalam memelihara kedisiplinan siswa
• Mampu mengembangkan sistem monitoring terhadap kemajuan belajar siswa
• Mampu mengembangkan sistem penghargaan dan pelaksanaannya kepada siswa yang berprestasi
8.Mengelola pengembangan kurikulum dan kegiatan belajar mengajar sesuai dengan arah dan tujuan pendidikan nasional:
• Menguasai seluk beluk tujuan nasional, tujuan pembangunan nasional, dan tujuan pendidikan nasional, regional, dan lokal secara tepat dan kompherensif sehingga memiliki sikap positif akan pentingnya tujuan-tujuan tersebut sebagai arah penyelenggaraan pendidikan dan terampil menjabarkannya menjadi kompetensi lulusan dan kompetensi dasar.
• Memiliki wawasan yang tepat dan komprehensif tentang kedirian peserta didik sebagai manusia yang berkarakter, berharkat, dan bermartabat, dan mampu mengembangan layanan pendidikan sesuai dengan karakter, harkat, dan martabat manusia.
• Memiliki pemahaman yang komprehensif dan tepat, dan sikap yang benar tentang esensi dan tugas profesional guru sebagai pendidik
• Menguasai seluk beluk kurikulum dan proses pengembangan kurikulum nasional sehingga memiliki sikap positif terhadap kebaradaan kurikulum nasional yang selalu mengalami pembaharuan, serta terampil dalam menjabarkannya menjadi kurikulum tingkat satuan pendidikan
• Mampu mengembangkan rencana dan program pembelajaran sesuai dengan kompetensi lulusan yang diharapkan
• Menguasai metode pembelajaran efektif yang dapat mengembangkan kecerdasan intelektual, spritual, dan emosional sesuai dengan materi pembelajaran
• Mampu mengelola kegiatan pengembangan sumber dan alat pembelajaran di sekolah dalam mendukung pembelajaran aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan
• Menguasai teknik-teknik penilaian hasil belajar dan menerapkannya dalam pembelajaran
• Mampu menyusun program pendidikan per tahun dan per semester
• Mampu mengelola penyusunan jadwa pelajaran per semester
• Mampu melaksanakan monitoring dan evaluasi program pembelajaran dan melaporkan hasil-hasilnya kepada stakeholders sekolah.
9. Mampu mengelola keuangan sekolah sesuai dengan prinsip pengelolaan yang akuntabel, transparan, dan efisien:
• Mampu merencanakan kebutuhan keuangan sekolah sesuai dengan rencana pengembangan sekolah, baik untuk jangka pendek maupun untuk jangka panjang.
• Mampu mengupayakan sumber-sumber keuangan terutama yang bersumber dari luar sekolah dan dari unit usaha sekolah.
• Mampu mengkoordinasikan pembelanjaan keuangan sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan berdasarkan asas prioritas dan efisiensi
• Mampu mengkoordinasikan kegiatan pelaporan keuangan sesuai peraturan dan perundang-undangan yang berlaku
10.Mampu mengelola ketatausahaan sekolah dalam mendukung kegiatan-kegiatan sekolah:
• Mampu mengelola administrasi surat masuk dan surat keluar sesuai dengan pedoman persuratan yang berlaku
• Mampu mengelola administrasi sekolah yang meliputi administrasi akademik, kesiswaan, sarana/prasarana, keuangan, dan hubungan sekolah-masyarakat
• Mampu mengelola administrasi kearsipan sekolah baik arsip dinamis maupun arsip lainnya
• Mampu mengelola administrasi akreditasi sekolah sesuai dengan prinsip-prinsip tersedianya dokumen dan bukti-bukti fisik
11.Mengelola unit layanan khusus sekolah dalam mendukung kegiatan pembelajaran dan kegiatan kesiswaan di sekolah:
• Mampu mengelola laboratorium sekolah agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran siswa
• Mampu mengelola bengkel kerja agar dapat dimanfaatkan secara optimal bagi kepentingan pembelajaran keterampilan siswa
• Mampu mengelola usaha kesehatan sekolah dan layanan sejenis untuk membantu siswa dalam pelayanan kesehatan yang diperlukan
• Mampu mengelola kantin sekolah berdasarkan prinsip kesehatan, gizi, dan keterjangkauan
• Mampu mengelola koperasi sekolah baik sebagai unit usaha maupun sebagai sumber belajar siswa
• Mampu mengelola perpustakaan sekolah dalam menyiapkan sumber belajar yang diperlukan oleh siswa
12.Mampu menerapkan prinsip-prinsip kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah:
• Mampu bertindak kreatif dan inovatif dalam melaksanakan pekerjaan melalui cara berpikir dan cara bertindak
• Mampu memberdayakan potensi sekolah secara optimal ke dalam berbagai kegiatan-kegiatan produktif yang menguntungkan sekolah
• Mampu menumbuhkan jiwa kewirausahaan (kreatif, inovatif, dan produktif) di kalangan warga sekolah
13.Mampu menciptakan budaya dan iklim kerja yang kondusif bagi pembelajaran siswa:
• Mampu menata lingkungan fisik sekolah sehingga menciptakan suasana nyaman, bersih dan indah
• Mampu membentuk suasana dan iklim kerja yang sehat melalui penciptaan hubungan kerja yang harmonis di kalangan warga sekolah
• Mampu menumbuhkan budaya kerja yang efisien, kreatif, inovatif, dan berorientasi pelayanan prima
14.Mampu mengelola sistem informasi sekolah dalam mendukung penyusunan program dan pengambilan keputusan:
• Mampu mengembangkan prosedur dan mekanisme layanan sistem informasi
• Mampu menyusun format data base sekolah sesuai kebutuhan
• Mampu mengkoordinasikan penyusunan data base sekolah baik sesuai kebutuhan pendataan sekolah
• Mampu menerjemahkan data base untuk merencanakan program pengembangan sekolah
15.Terampil dalam memanfaatkan kemajuan teknologi informasi bagi peningkatan pembelajaran dan manajemen sekolah:
• Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam manajemen sekolah
• Mampu memanfaatkan teknologi informasi dan komukasi dalam pembelajaran, baik sebagai sumber belajar maupun sebagai alat pembelajaran
16.Terampil mengelola kegiatan produksi/jasa dalam mendukung sumber pembiayaan sekolah dan sebagai sumber belajar sisiwa:
• Mampu merencanakan kegiatan produksi/jasa sesuai dengan potensi sekolah
• Mampu membina kegiatan produksi/jasa sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan yang profesional dan akuntabel
• Mampu melaksanakan pengawasan kegiatan produksi/jasa dan menyusun laporan
• Mampu mengembangkan kegiatan produksi/jasa dan pemasarannya
17. Mampu melaksana-kan pengawasan terhadap pelaksana-an kegiatan sekolah sesuai standar pengawasan yang berlaku:
• Memahami peraturan-peraturan pemerintah yang berkaitan dengan standar pengawasan sekolah
• Melakukan pengawasan preventif dan korektif terhadap pelaksanaan kegiatan sekolah
C. Kompetensi Supervisi
1. Mampu melakukan supervisi sesuai prosedur dan teknik-teknik yang tepat:
• Mampu merencanakan supervisi sesuai kebutuhan guru
• Mampu melakukan supervisi bagi guru dengan menggunakan teknik-teknik supervisi yang tepat
• Mampu menindaklanjuti hasil supervisi kepada guru melalui antara lain pengembangan profesional guru, penelitian tindakan kelas, dsb.
2.Mampu melakukan monitoring, evaluasi dan pelaporan program pendidikan sesuai dengan prosedur yang tepat:
• Mampu menyusun standar kinerja program pendidikan yang dapat diukur dan dinilai.
• Mampu melakukan monitoring dan evaluasi kinerja program pendidikan dengan menggunakan teknik yang sesuai
• Mampu menyusun laporan sesuai dengan standar pelaporan monitoring dan evaluasi
D. Kompetensi Sosial
1.Terampil bekerja sama dengan orang lain berdasarkan prinsip yang saling menguntungkan dan memberi manfaat bagi sekolah:
• Mampu bekerja sama dengan atasan bagi pengembangan dan kemajuan sekolah
• Mampu bekerja sama dengan guru, staf/karyawan, komite sekolah, dan orang tua siswa bagi pengembangan dan kemajuan sekolah
• Mampu bekerja sama dengan sekolah lain dan instansi pemerintah terkait dalam rangka pengembangan sekolah
• Mampu bekerja sama dengan dewan pendidikan kota/kabupaten dan stakeholders sekolah lainnya bagi pengembangan sekolah
2. Mampu berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan:
• Mampu berperan aktif dalam kegiatan informal di luar sekolah
• Mampu berperan aktif dalam organisasi sosial kemasyarakatan
• Mampu berperan aktif dalam kegiatan keagamaan, kesenian, olahraga atau kegiatan masyarakat lainnya
• Mampu melibatkan diri dalam pelaksanaan program pemerintah
3. Memiliki kepekaan sosial terhadap orang atau kelompok lain:
• Mampu menggali persoalan dari lingkungan sekolah (berperan sebagai problem finder)
• Mampu dan kreatif menawarkan solusi (sebagai problem solver)
• Mampu melibatkan tokoh agama, masyarakat, & pemerintah dalam memecahkan masalah kelembagaan
• Mampu bersikap obyektif/tidak memihak dalam mengatasi konflik internal sekolah
• Mampu bersikap simpatik/tenggang rasa terhadap orang lain
• Mampu bersikap empatik/sambung rasa terhadap orang lain,
Sumber :
http://www.tendik.org/
10 SITUS PALING POPULER 2009
Berikut saya copy paste dari detik.net 10 info tentang situs paling populer di tahun 2009 ini,
Wikipedia ditempatkan sebagai website paling populer dan berpengaruh pada tahun 2009 untuk 2 tahun berturut-turut. Ini berdasarkan hasil studi website tracking ://URLFAN.
Mereka mengukur popularitas situs bukan dari trafik, melainkan seberapa sering tampil di blog atau website. Membuntuti Wikipedia di posisi berikutnya berturut-turut adalah YouTube, Flickr dan Twitter.
Facebook memang masih masuk urutan sepuluh besar, tapi hanya mampu nangkring di tempat ke-7. Yang cukup menarik, MySpace mengungguli Facebook di urutan ke-6. Padahal untuk urusan trafik, lalu lintas Facebook dua kali lipat lebih padat dari MySpace.
Daftar yang disusun ://URLFAN menunjukkan pengaruh media sosial dan situs konten dari user kian melonjak. Terbukti di 10 besar, hanya Google, IMDB dan Apple yang tidak masuk dalam dua kategori tersebut.
Beberapa blog independen juga masuk dalam daftar ini. Blog populer seperti Mashable, Gizmodo sampai BoingBoing menerobos seratus besar.
Berikut daftar 10 besar website paling populer 2009 versi ://URLFAN yang dikutip detikINET dari TechRadar, Kamis (26/11/2009):
1. wikipedia.org
2. youtube.com
3. flickr.com
4. twitter.com
5. google.com
6. myspace.com
7. facebook.com
8. imdb.com
10. apple.com
Perayaan hari raya idul qurban
demo menuntut pembebasan bibit Chandra, mereka yang kebanyakan berusia di bawah 10 tahun itu mengadu untuk mengajak takbir keliling ke alun2 manhattan/magetan, padahal ni baru pulang, capek, belum mandi, belum luluran, belum ada persiapan sama sekali, hujan malahan, terus si upil, eh maksudnya si ipul(temen peserjuangan) masih sibuk “nyolder”, nyolderin paruh burung puyuh sambil ngitungin telor puyuh hasil ternaknya, waduuuhhhhTapi rasa capek yg mendera terbayar lunas ketika menyaksikan parade lampion dari anak2 SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/MA/SMK se magetan, seru abis ngliatinnya kali ini, mereka begitu kreatif dan sangat menarik perhatian, lampion dihias dengan berbagai pernik yg menambah bergemanya alunan takbir idul adha 1430 H.
“Selamat Hari Raya Idul Adha 1430 H”
“Semoga kita bisa menjadikanya sebagai momentum untuk bisa lebih meningkatkan kualitas diri kita sebagai Insan yang Taat kepada Allah”
Pelajaran dari Sebuah Ember
Artikel ini sudah hampir 1 tahun nyangkut di flashdisk, tapi baru kemaren sempat terbaca, pembelajaranya cukup menginspiratif, berikut ceritanya
Suatu hari, seorang guru berbicara di depan sekelompok mahasiswa bisnisnya, dan ia berusaha mengajarkan sesuatu dengan memakai ilustrasi yang tidak akan dengan mudah dilupakan oleh para siswanya. Ketika dia berdiri dihadapan siswanya dia mengeluarkan ember berukuran galon yg bermulut cukup lebar, dan meletakkannya di atas meja.
Lalu ia juga mengeluarkan sekitar selusin batu berukuran segenggam tangan dan meletakkan dengan hati-hati batu-batu itu ke dalam ember. Ketika batu itu memenuhi ember sampai ke ujung atas dan tidak ada batu lagi yg muat untuk masuk ke dalamnya, dia bertanya: "Apakah toples ini sudah penuh?" Semua siswanya serentak menjawab, "Sudah!" Kemudian dia berkata, "Benarkah?" Dia lalu meraih dari bawah meja sekeranjang kerikil. Lalu dia memasukkan kerikil-kerikil itu ke dalam ember sambil sedikit mengguncang-guncangkannya, sehingga kerikil itu mendapat tempat diantara celah-celah batu-batu itu.
Lalu ia bertanya kepada siswanya sekali lagi: "Apakah ember ini sudah penuh?"
Kali ini para siswanya hanya tertegun, "Mungkin belum!", salah satu dari siswanya menjawab. "Bagus!" jawab sang guru. Kembali dia meraih ke bawah meja dan mengeluarkan sekeranjang pasir. Dia mulai memasukkan pasir itu ke dalam ember, dan pasir itu dengan mudah langsung memenuhi ruang-ruang kosong diantara kerikil dan bebatuan. Sekali lagi dia bertanya, "Apakah ember ini sudah penuh?"
"Belum!" serentak para siswanya menjawab.
Sekali lagi dia berkata, "Bagus!"
Lalu ia mengambil sebotol air dan mulai menyiramkan air ke dalam ember, sampai ember itu terisi penuh hingga ke ujung atas. Lalu si guru ini memandang kepada para siswanya dan bertanya: "Apakah maksud dari ilustrasi ini?"
Seorang siswanya yg antusias langsung menjawab, "Maksudnya, betapapun penuhnya jadwalmu, jika kamu berusaha kamu masih dapat menyisipkan jadwal lain kedalamnya!" "Bukan!", jawab si guru, "Bukan itu maksudnya. Sebenarnya ilustrasi ini
mengajarkan kita bahwa: JIKA BUKAN BATU BESAR YANG PERTAMA KALI KAMU MASUKKAN, MAKA KAMU TIDAK AKAN PERNAH DAPAT MEMASUKKAN BATU BESAR ITU KE DALAM EMBER TERSEBUT.
***
"Apakah batu-batu besar dalam hidupmu? Mungkin anak-anakmu, suami atau istrimu, orang-orang yg kamu sayangi, persahabatanmu, kesehatanmu, mimpi-mimpimu. Hal-hal yg kamu anggap paling berharga dalam hidupmu. Ingatlah untuk selalu meletakkan batu-batu besar tersebut sebagai yg pertama, atau kamu tidak akan pernah punya waktu untuk memperhatikannya. Jika kamu mendahulukan hal-hal yang kecil dalam prioritas waktumu, maka kamu hanya memenuhi hidupmu dengan hal-hal yang kecil, kamu tidak akan punya waktu untuk melakukan hal yang besar dan berharga dalam hidupmu".
Inilah salah satu yang diajarkan dalam manajemen waktu dimana manajemen waktu dapat berupa perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas atas waktu. Waktu menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektivitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna, yaitu: makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktifitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu.
Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu. Dari tinjauan secara komprehensif pekerjaan yang hendak dikerjakan dan rumusan tertulis sebuah rencana dapat diketahui prioritas hubungan antar aktivitas yang akan dikerjakan sendiri serta didelegasikan. Jebakan yang sering muncul disini adalah rasa percaya diri dapat cepat bila dikerjakan sendiri dimana itu perasaan yang kurang tepat. Setelah pengorganisasian terjadi maka penggerakan pun dilakukan yang mencakup pelaksanaan sendiri dan pemberian motivasi kepada pemegang delegasi. Satu hal yang penting ialah komitmen kuat untuk konsisten pada rencana dan mengeliminasi gangguan-gangguan termasuk permintaan bantuan dari atasan maupun bawahan dengan cara berani mengatakan "TIDAK".
Akhirnya setelah selesai tuntas pekerjaan dilakukan pengawasan berdasarkan rencana, yang tidak lupa memberikan reward terhadap keberhasilan. Dalam situasi waktu sesuai rencana belum habis sedangkan pekerjaan telah tuntas seyogyanya dipergunakan untuk menambah kuantitas, merencanakan pekerjaan selanjutnya dan atau investasi waktu. Akhirnya, kualitas manajamen waktu berpedoman kepada empat indikator,yaitu: tetap merencanakan, tetap mengorganisasikan, tetap menggerakkan, dan tetap melakukan pengawasan.
TAHUKAH ANDA???
Jika, nilai huruf-huruf ini kita anggap sbg angka berurutan :
HURUF : - A - B - C - D - E - F - G - H - I - J - K - L - M
ANGKA : 1 - 2- 3 - 4 -5 - 6 - 7 - 8 - 9- 10- 11- 12 - 13
HURUF : - N - O - P - Q - R -- S - T- U - V - W - X - Y - Z
ANGKA : 14 - 15- 16- 17- 18 - 19 - 20- 21- 22- 23 -24 - 25- 26*
Hitung bareng-bareng:
Kalau kita bekerja dengan modal angka tersebut dibawah, maka hasilnya adalah...
- H - A - R - D - W - O - R - K ( kerjakeras )8 1 18 4 23 15 18 11 = 98% Only
- K - N - O - W - L - E - D - G - E ( pengetahuan )11 14 15 23 12 5 4 7 5 = 96% Only
- L - O - B - B - Y - I - N - G ( pendekatan )12 15 2 2 25 9 14 7 = 86% Only
- L - U - C - K ( keberuntungan )12 21 3 11 = 47% Only
Ternyata ... semua nilai dari usaha-usaha kita diatas nggak bisamengalahkan yang satu ini:
- A - T - T - I - T - U - D - E ( sikap/tingkah laku )1 20 20 9 20 21 4 5 = 100%
20 Juli 2009 VS 10 Nopember 1945
Artikel ini ditulis 2 hari pasca ledakan bom megakuningan
Ledakan bom kembali menggunjang ibu kota, ledakan terjadi di dua tempat yang berbeda di Hotel Rits Carlton dan Hotel J.W. Marriot dengan selang waktu tidak lebih dari 5
menit, hotel bintang l
ima memang masih menjadi sasaran favorit para teroris, peristiwa yang terjadi pada jumat pagi kemarin menjadi pukulan telak bagi Pemerintah dan bangsa Indonesia umumnya setelah beberapa kurun waktu terakhir suasana keamanan sudah mulai stabil dan kondusif.
Dalam peritiwa memilukan ini, setidaknya kita dapat menangkap dua aspek pokok yang bisa dikaitkan, yang pertama guncangan bom terjadi dalam masa Pesta Demokrasi Indonesia dimana baru beberapa hari saja Pemilu Presiden selesai dilaksanakan, Para pelaku ledakan menginginkan ketidakstabilan keamanan yang tentunya akan berimbas pada ketidakstabilan politik dan perekonomian pasca Pilpres.
Aspek yang kedua, tempat sasaran bom, yaitu Hotel Rits Carlton dan J.W. Marriot merupakan tempat menginap para Pemain Manchester United dalam tour D’Asianya yang sekiranya akan bermain dengan Timnas PSSI tanggal 20 Juli nanti, ada pihak-pihak yang tidak menginginkan dilangsungkanya pertandingan tersebut, ketika mendengar berita kemarin saya malah teringat dengan kegiatan anak-anak saya di PMR sekitar 1 minggu yang lalu.
Saat itu saya mengadakan lomba debat antar siswa di lingkungan Sekolah tempat saya bekerja, kebetulan dalam kegiatan tersebut saya yang bertindak sebagai Moderator. Sebuah Pertanyaan “nyeleneh” saya lemparkan pada mereka di babak Grand Final, dalam babak tersebut ada tiga Tim yang bertarung, dari tiga tim tersebut ada satu tim yang saya berikan pertanyaan kemudian dua tim yang lain wajib memberikan kontra atas argument yang diberikan tim pertama.
Pertanyaanya cukup sederhana, “Bagaimana tanggapan saudara dengan diadakanya pertandingan sepakbola MU VS Indonesia All Star tanggal 20 Juli 2009?”
Regu pertama menyampaikan kesepakatanya atas acara tesebut dengan menyampaikan argument-argumen yang beranekaragam, mulai menghibur masyarakat Indonesia sehabis ketegangan Pesta Demokrasi, Meningkatkan sektor pariwisata Indonesia, kemudian memenuhi keinginan Pecinta bola yang tergila-gila dengan Premiere League, hingga meningkatkan skill pemain Timnas PSSI.
Saya memberikan kesempatan 2 regu lainnya untuk menyampaikan kontra atas argument regu pertama, namun sedikit disayangkan mereka tidak memberikan sanggahan dan malah mendukung argument regu pertama, untuk menghindari garing-nya suasana saya mencoba untuk melempar kepada flor dengan harapan ada yang memberikan kontra atas argument tadi. Akan tetapi kebanyakan mereka tetap sependapat.
Karena satupun dari audience tak ada yang menyatakan ke-kontra-anya, mau tidak mau saya sendiri yang memberikan kontra atas argument regu pertama karena memang sebelumnya saya sudah mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan ini untuk bisa diperdebatkan, saya hanya melmparkan satu pertanyaan balik kepada mereka, “Kira-kira dalam pertandingan ini, yang diharuskan membayar dalam jumlah Milyar itu dari pihak MU atau pihak kita? kemudian berapa harga tiket untuk setiap penonton Indonesia??”
Suasana menjadi hening, Anak-anak mulai terdiam dan berkutak-kutik mengulang konsep pemikiranya, sebelum babak final ini dimulai sengaja saya “genjot” semangat Patriotisme mereka dengan memutarkan Audio Pidato Bung Tomo ketika hendak melawan Serangan tentara Inggris 64 Tahun silam, Pidato beliau begitu menggolora hingga anak-anak menitikkan air mata. Pidato yang menjawab atas Ultimatum tentara Inggris (dalam Pidato Bung Tomo memang disebutkan “Tentara Inggris”) yang hendak meluluhlantakan kota Surabaya dari darat, laut, dan udara.
Masih dalam suasana keheningan berfikir, dari mereka kemudian ada yang nyeletuk, “ternyata kisa masih terjajah oleh bangsa lain”, pemikiran ini kemudian menjadi reaksi inti atom /nuclear yang mengalami ledakan berantai hingga membuat semua yang ada di forum seolah-olah menyangkal kedatangan Orang-orang Eropa. Pemikiran mereka meluas dengan merelasikan antara kedatangan Pasukan Inggris 10 Nopember 1945 silam dengan kedatangan tanggal 20 Juli 2009 mendatang.
Saat ini terkadang memang juga sempat terlintas di benak, apa mungkin pemikiran Teroris itu mirip dengan Pemikiran Saya?? Hahaha Bercanda JJ malah berabe nanti urusanya…
Saya membuat pertanyaan pada debat tersebut bukan berarti saya menggiring anak-anak untuk menolak pertandingan MU vs Indonesian Allstar, saya hanya mengajak anak-anak untuk berfikir kritis dan tidak melupakan sejarah bangsa.
Kembali pada pembahasan aspek yang kedua dari ledakan bom di megakuningan, Pelaku ingin menarik perhatian Dunia dengan melakukan eksekusi di tempat yang akan menjadi pesinggahan Tim Sepakbola terbaik Dunia saat ini, Secara kasat mata ledakan yang terjadi tidak sampai meruntuhkan bangunan gedung, penyidik juga menyimpulkan bahwa ledakan masih kategori low-explosive. Namun efek/dampak yang ditimbulkan dari peristiwa ini sangat dahsyat, jangkauanya mengalahkan misil Nuklir Taepodong-II milik Korea Utara, pemberitaan begitu menyebar cepat dan menjadi global issue. Pandangan Dunia terhadap Stabilitias Indonesia yang bisa dikatakan sudah mulai membaik dan kondusif harus kembali ke tingkat nol lagi yang tentunya akan sangat berpengaruh dengan pertumbuhan sector-sektor lain di negeri ini.
BERIKAN CAHAYA UNTUK HATI DARI GELAPNYA KEPENTINGAN YANG MERONGRONG
Saya menulis blog ini tepat Pkl. 18.18 WIB sambil menyaksikan siaran hasil Quick Count Pilpres di TV yang kesemuanya menunjukkan hasil yang sama, Pasangan Nomor urut 2 memimpin dengan perolehan sekitar 60% dari total suara, PILPRES-pun diprediksi/dipastikan hanya berlangsung 1 putaran.
Hasil Quick Count ini tidak terlalu mengejutkan mengingat beberapa kali hasil survey yang telah dilakukan sebelumnya menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda. Dari siaran Televisi juga ditayangkan berbagai tanggapan masing-masing tim Sukses terkait dengan hasil Quick Count Lembaga Survey. Tanggapan yang disampaikan tentunya beragam, Tim Sukses yang Capresnya unggul mempercayai hasil survey dan mengapresiasikan Euforia kemenangan dengan bersorak-sorai bak memenangi lomba tarik tambang agustusan, Sebaliknya Tim Sukses yang tidak unggul, masih meragukan hasil survey dan repot mencari alasan sana-sini guna menggagalkan opini publik hasil Pilpres yang telah berkembang di masyarakat.
Sangat disayangkan memang ketika mendengar ada Politisi/Tim Sukses yang tidak sportif, ada beberapa dari mereka yang memberikan statement seperti ini, “yang perlu menjadi perhatian saat ini bukan pada hasil penghitungan, tapi pada kesiapan penyelenggaraan Pemilihan sebelum pelaksanaan, dalam hal ini DPT”. Statement semacam ini mengindikasikan ketidaksiapan Politisi/Tim Sukses menerima hasil Pilpres, kalau boleh ekstrim bisa dikatakan mereka hanya mencari kambing hitam belaka, hanya mementingkan kepentingan Individu/Golongan tanpa mengutamakan kepentingan bangsa dan Negara.
Memang tidak dipungkiri bahwa kinerja KPU saat ini tidak terlalu memuaskan, namun bukan berarti hal ini bisa dijadikan alasan untuk menggagalkan Pilpres 2009. Sedangkan secara rasional, margin error kekisruhan DPT apabila dibagi secara proporsional tidak akan banyak mengubah hasil Penghitungan. Jadi apa yang diucapkan politisi-politisi itu hanya sebatas alasan-alasan saja untuk menghindari kekalahan.. Kita bisa menyaksikan apa yang disembunyikan oleh seseorang dari gelagat bicara dan mimik wajahnya ketika memberikan argumentasi.
Saya lebih menggarisbawahi pada mental politisi-politisi di tanah air yang kebanyakan sudah kehilangan rasa nasionalime dan jatidiri karena tertutup berbagai kepentingan yang begitu menggelapkan. Dimana mereka menempatkan Negara sebagai alat untuk memenuhi kepentingan Pribadi dan Golongan saja. Mata Pelajaran PPKn yang diajarkan di Sekolah semasa kecil mengalami evolusi ketika memasuki panggung politik dan akhirnya menjadi tidak berlaku/musnah. Saya tidak menunjuk mereka yang kalah atau yang memenangkan Pilpres nantinya.
Saat ini, Justru saya khawatir dengan oposisi yang akan terbentuk, oposisi akan menjadi penghalang program-program Pemerintah dan menjadi musuh Pemerintah, Oposisi seharusnya menjadi pemantau dan siap membantu ketika melihat ada celah kesalahan yang dilakukan oleh Pemerintah, Namun yang terjadi selama ini jauh berbeda, bisa dinilai bahwa Oposisi lebih banyak bertindak sebagai penghancur pemerintah untuk merebutkan kekuasaan kembali, hal ini terlihat dengan berbagai gempuran yang dilakukan, oposisi cenderung mencari-cari kelemahan/kekurangan pemerintah kemudian mempublikasikanya kepada masyarakat. Indonesia akan sulit maju selama ada musuh dalam tubuh sendiri.
Mental Pemerintahan yang barupun juga harus ada pembenahan, bagaimana untuk bisa konsisten menjaga amanah yang telah diembankan oleh rakyat, bukan menyalahgunakan wewenang dan jabatan, kemudian bekerja semaksimal mungkin untuk kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat. Lebih dari itu, Pemerintahan yang baru harus bisa merangkul golongan diluar koalisi pemenangan Pilpres sehingga mau mendukung program-program Pemerintah dan bersama-sama membangun kehidupan politik yang kondusif. Prinsipnya, bisa menempatkan kepentingan Negara di atas kepentingan Pribadi/Golongan.
Semuanya berharap dengan dilaksanakannya Pesta Demokrasi lima tahunan yang menghabiskan dana tidak kurang dari 20 Triliun ini akan membawa Indonesia kearah pencapaian Tujuan bangsa yang lebih baik..
WISH GLORY OF
MUSYAWARAH CAPRES SEMALAM
Sedikit ingin mengulas acara yang berlangsung tadi malam di stasiun tv swasta, seiring meningkatnya daya fikir masyarakat dan kemajuan pendidikan demokrasi di Negara kita acara tadi malam menjadi sangat dinanti-nantikan oleh seluruh rakyat Indonesia, walaupun kebanyakan dari mereka sebelumnya sudah menentukan pilihan, tapi dengan adanya acara semalam akan memberikan pengertian secara riil siapa pemimpin yang pantas membawa Indonesia ini selanjutnya.
Akan tetapi, hal yang dinanti-nantikan (atau mungkin dikhawatirkan) oleh sebagian masyarakat tidak terjadi, kebanyakan dari masyarakat mengasumsikan para capres akan saling beradu argument dan terjadi perdebatan sengit yang saling menjatuhkan satu sama lain, karena selama berlangsung kampanye terbuka selalu demikian, namun sampai dibukanya sesi ketiga (sesi sanggah-sanggahan) malah hal sebaliknya yang terjadi, para capres balik saling mendukung apa yang diutarakan satu sama lain. Kalau saya mengatakan, bukan debat yang terlihat melainkan Musyawarah mufakat antar calon Presiden.
Atau mungkin para capres sudah menyadari tentang etika komunikasi politik yang mampu menjaring attens masyarakat, kalau dirasa-rasakan memang demikian, publik (dalam hal ini lepas dari simpatisan ketiga calon) lebih suka dengan capres yang lebih sopan dalam berbicara, lebih beretika dalam bertingkah, lebih suka dengan karakter pemimpin yang hanif. Kontan mereka merubah karakter masing-masing ketika dihadapkan secara bersama-sama di depan publik, yang notabene sangat paradoks dengan argument-argumen mereka ketika berorasi /kampanye di depan pendukungnya masing-masing.
Sedangkan dilihat dari paparan-paparan permasalahan yang disampaikan juga masih terlihat umum dan normatif, jawaban dari setiap permasalahan belum ada yang terihat nancep dan beda dari yang biasa. Semuanya sangat lugu dalam memberikan argumen.
Namun demikian, kita berharap apa-apa yang sudah mereka usahakan akan membawa kemajuan bagi bangsa dan Negara ini, Siapapun presidennya, tetap kita sendiri-lah yang akan menentukan nasib kita!!!
Sedikit pengen cerita tentang hari kemarin lusa…
Yang isinya seharian penuh maen terus….
Maklum jarang banget ketemu dengan teman-teman lama, barangkat jam 8 pagi, pulang sampe jam 11 malem, padahal acara cuman maen. Dalam total footbal mereka menyebutnya hattrick...
Berawal dari undangan pernikahan si embun (salah-satu temen sma),, resepsi pernikahan jam 09.00, karena kita masih berada di Indonesia otomatis acara dimulai jam 10.00, tuh gara2 nungguin temen yang paling aneh.
Sebelume sms kalo jam 08.30 masih mandi di madiun, tapi udah jam 09.30 masih juga belum nongol di tempat janjian, nelpon si leo ternyata masih nungguin si danang mandi lagi…. Dari situ baru inget kalo yang namanya si danang punya kelainan bawaan lahir yang sampai sekarang masih belum bisa disembuhkan, yoiku “bathroomlovia” alias kelainan jiwa yang cenderung cinta dengan kamar mandi, beneran bisa satu jam kalo di kamar mandi, aku tau dia punya kelainan ini sejak zaman kemah2 SMA dulu...
Aku dah datang duluan di tempat janjian sama si arip n doni, disusul kedatangan ibu2 PKK yang kaya mo pergi arisan…
Sekitar jam 10.30 kita pada baru sampai di rumah si embun, tempat acara pernikahan, jam 12.00 acara baru kelar,
Setelah melalui musyawarah mufakat yang begitu alot, akhirnya terwujud referendum untuk melanjutkan acara kangen-kangenan ke )kebun teh jamus. Kita berangkat bersepuluh dengan membawa 6 kuda perang(baca:motor.red). coz si beta ga bisa ikut karena masih ada jadwal ”buwuh” di tempat laen...(musim jes..)
Sebenere pengen cerita banyak tentang acara di jamus, tapi ni dah malem banget, (ngantuks…laen kali ajah)
Kalo diresume, intinya sekitar 15 jam kumpul2 acara didominasi dengan pemotretan, benar2 narsis.com, padahal semua kostum masih batikmania and PKK mania.
Maghriban dah pada nyampe magetan dengan rasa capek yang amat sangat di beban pundak masing2, melepas lelah di teras masjid agung, di sela2 canda istirahat, kok si arip nyeletuk nunggu si mamat mo diajak nonton final basket…
Dan musyawarah mufakat memunculkan referendum kedua untuk sama2 lagi nonton final basket di GOR Mageti.
In the end…. Terciptalah Saturday Hattrick, kondangan mantenan, kebun teh jamus, and final basket. Sungguh mengharukan, jam 11 malem baru nyampe rumah (sebenere jam 10 dah pulang sampe halaman rumah, coz gara2 amnesiaku kambuh terpaksa kembali lagi ke GOR and nambah 1 jam lagi sampe rumah
Mencetak haaattthreeck di sabtu nan cerah...
Sedikit pengen cerita tentang hari kemarin lusa…
Yang isinya seharian penuh maen terus….
Maklum jarang banget ketemu dengan teman-teman lama, barangkat jam 8 pagi, pulang sampe jam 11 malem, padahal acara cuman maen. Dalam total footbal mereka menyebutnya hattrick...
Berawal dari undangan pernikahan si embun (salah-satu temen sma),, resepsi pernikahan jam 09.00, karena kita masih berada di Indonesia otomatis acara dimulai jam 10.00, tuh gara2 nungguin temen yang paling aneh.
Sebelume sms kalo jam 08.30 masih mandi di madiun, tapi udah jam 09.30 masih juga belum nongol di tempat janjian, nelpon si leo ternyata masih nungguin si danang mandi lagi…. Dari situ baru inget kalo yang namanya si danang punya kelainan bawaan lahir yang sampai sekarang masih belum bisa disembuhkan, yoiku “bathroomlovia” alias kelainan jiwa yang cenderung cinta dengan kamar mandi, beneran bisa satu jam kalo di kamar mandi, aku tau dia punya kelainan ini sejak zaman kemah2 SMA dulu...
Aku dah datang duluan di tempat janjian sama si arip n doni, disusul kedatangan ibu2 PKK yang kaya mo pergi arisan…
Sekitar jam 10.30 kita pada baru sampai di rumah si embun, tempat acara pernikahan, jam 12.00 acara baru kelar,
Setelah melalui musyawarah mufakat yang begitu alot, akhirnya terwujud referendum untuk melanjutkan acara kangen-kangenan ke kebun teh jamus. Kita berangkat bersepuluh dengan membawa 6 kuda perang(baca:motor.red). coz si beta ga bisa ikut karena masih ada jadwal ”buwuh” di tempat laen...(musim jes..)
Sebenere pengen cerita banyak tentang acara di jamus, tapi ni dah malem banget, (ngantuks…laen kali ajah)
Kalo diresume, intinya sekitar 15 jam kumpul2 acara didominasi dengan pemotretan, benar2 narsis.com, padahal semua kostum masih batikmania and PKK mania.
Maghriban dah pada nyampe magetan dengan rasa capek yang amat sangat di beban pundak masing2, melepas lelah di teras masjid agung, di sela2 canda istirahat, kok si arip nyeletuk nunggu si mamat mo diajak nonton final basket…
Dan musyawarah mufakat memunculkan referendum kedua untuk sama2 lagi nonton final basket di GOR Mageti.
In the end…. Terciptalah Saturday Hattrick, kondangan mantenan, kebun teh jamus, and final basket. Sungguh mengharukan, jam 11 malem baru nyampe rumah (sebenere jam 10 dah pulang sampe halaman rumah, coz gara2 amnesiaku kambuh terpaksa kembali lagi ke GOR and nambah 1 jam lagi sampe rumah)
ADA OBYEK WISATA BARU DI MAGETAN
Ya, setidaknya dalam beberapa hari ke depan Magetan mempunyai obyek wisata baru yang sangat ramai dikunjungi, dalam sehari ada ribuan Wisatawan yang datang ke tempat ini, bukan Sarangan, bukan air terjun pundak kiwo, bukan pula sentra pengrajin kulit jalan sawo yang menjadi obyek tujuan, melainkan Desa Geplak di Kecamatan Karas, tempat terjatuhnya pesawat hercules TNI AU kemarin lusa.
Ribuan orang tiap hari memadati TKP untuk melihat secara langsung puing-puing pesawat Hercules C-130, bagaimanapun juga yang namanya ”LIVE” tetep lebih seru (saya kira Masyarakat selalu berfikir demikian). Untuk menyambut wisatawan yang begitu membeludak , warga desa geplak langsung beralih profesi meraup untung, bagi yang punya halaman luas atau kebun di sekitar TKP, dibabat habis untuk dijadikan tempat parkir. Jalan raya Karas-Panekan pun menjadi macet total dengan munculnya obyek wisata dadakan semacam ini.
Saya sendiri juga tercatat sebagai wisatawan kesekian yang datang untuk menyaksikan puing-puing runtuhan pesawat, meski datang pada hari kedua, tapi suasana malah lebih ramai ketimbang hari pertama (baca:mungkin karena hari libur???jadinya bisa liburan nonton pesawat,red). Saya tidak mendekat ke tempat kejadian karena akses area yang begitu padat, hanya menyaksikan dari pinggir jalan dengan jarak pandang 100M dari TKP, hanyalah sirip belakang saja yang terlihat dari tempat saya berdiri.
Untuk saat ini, keramaian Desa Geplak benar-benar mengalahkan keramaian Telaga Sarangan yang menjadi andalan Obyek Wisata Magetan.
MENSANA IN CORPORESANO
Di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat
Itulah yang mendasari diadakanya Jalan Santai SMANTI 2009, berjalan sejauh kurang lebih 6 KM membuat betis kleman-klemun…
Maklum, dah lama banget ga olahraga, apalagi jalan kaki kayak gitu…
Kegiatan lumayan ramai karena hadiah juga begitu menarik, ada Motor, LCD Monitor, Sepeda Gunung, TV, dan tak ketinggalan payung cantik sebagai doorprize….
Tapi yang namanya undian tuh selalu maen bakat didalamnya, hamper nggak pernah aku tuh dapet yang namanya undian….
Ga ada bakat katane
Nunggu sampe badan pegel tetep ga dapet tuh hadiah…
Padahal aku pengen banget dapetin lcd monitornya….
It’s Okay, ga papa, yang penting badan selalu sehat and acara berlangsung meriah…
Happy Annyversary SMANTI 2009….
Sukses Jaya Luar Biasa…!!!
MENILAI KEPRIBADIAN SESEORANG DARI KENTUT
Ga sengaja buka2 file lama yang masih nyangkut di flashdisk, kembali nemuin artikel yang bikin perut kembang kepis. Ini aku dapet brows di internet sekitar satu taun yang lalu, ada temen yg ikut seminar and dapet nih ice breaking, tapi blm sempat ngopi...
Den-yoszz katanya yg bikin, kayae dia pengamat kentut yg ckup handal deh...
Kita ikuti yuk....
Kata Den-Yoszz kita bisa melihat kepribadian seseorang dari KENTUT
Orang yang Jujur
Orang yang kalau habis kentut dia mau ngaku.
Orang yang Tidak Jujur
Orang yang kalau kentut terus menuduh orang lain.
Orang yang Sabar
Orang yang menahan kentutnya sendiri.
Orang yang Pede (Percaya Diri)
Orang yg kentutnya kenceng tanpa rasa bersalah.
Orang yang Kejam (Sadis)
Orang yang sesudah kentut lantas mengibas-ngibaskan sarungnya ke orang lain.
Orang yg suka menteror (teroris)
Orang yg kentutnya tak bersuara tapi baunya minta ampuuuun.
Orang yang Pemalu
Orang yang kalau kentut tidak bunyi tapi merasa malu sendiri.
Orang yang Strategis
Orang yang menyamarkan kentutnya dengan cara kentut sambil tertawa-tawa.
Orang yang Bodoh
Orang yang sehabis kentut terus menarik nafas dalam-dalam untuk mengganti angin yg keluar
Orang yang Hemat
Orang yang mencadangkan kentutnya (dikeluarkan sedikit-sedikit).
Orang yang Pelit
Orang yang senang mencium kentutnya sendiri.
Orang yang Ramah
Orang yang suka mencium bau kentut orang lain.
Orang yang Kreatif
Orang yang senang kentut di dalam air, biar bisa bunyi "blekuthuk-blekuthuk"
Orang yang Sok Kuat
Orang yang kalau kentut sambil ngeden sekuat-kuatnya.
Orang yang Pintar
Orang yang bisa hafal bau kentut orang lain.
Orang yang Sial Orang yang merasa mau kentut tapi ternyata yang keluar …… ampasnya.
HERCULES JATUH DI MAGETAN

Aku sendiri ga tau persis kronologis terjatuhnya pesawat, tapi ada temen kantor yang betul-betul melihat kejadian naas tersebut saat berangkat kerja, terdengar 2 kali ledakan katanya, disusul keluarnya asap tanda pesawat hangus terbakar. Beberapa rumah warga ada yang tertimpa bagian pesawat. Dari kantorku hanya terdengar berkali-kali suara sirine ambulance yang lalu lalang lewat depan kantor, masih menurut teman juga, hercules tersebut mengangkut setidaknya 100 penumpang. Sampai saat ini belum
terlalu banyak informasi yang dapat dikutip. Lebih jelasnya nunggu di Headline News METRO TV aja ya....☺☺☺
Kira2 satu minggu yang lalu jenis pesawat yang sama mendarat darurat di papua, karena 2 ban-nya lepas.Wuuuh......
Hal ini memang tidak terlalu mengejutkan karena kebanyakan pesawat militer TNI AU sudah terlampau tua, udah waktunya pensiun. Harus segera ada peremajaan....
idget-c5.slide.com/p1/3530822107895764165/ms_t063_v000_s0un_f00/images/xslide1.gif)





