Tulisan ini saya tujukan buat saudaraku Novianto kurniawan di Medan
Pertama harus ada bukti fisik yang cukup, tidak banyak yang perlu dibahas dengan hal pertama ini. Yang kedua adalah butuh dukungan semua pihak untuk melakukan apa yang ada di benak kawan saat ini, sedangkan kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang masih menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa, bukan merupakan pelanggaran hukum, tidak banyak dari mereka yang mau melakukan protes, untuk korbanya paling2 hanya mengeluh, kawan juga menyaksikan bagaimana “ngerinya(baca:biasa,red)” pembelian suara pada pilkada beberapa saat yang lalu, inilah salah satu “bump” dari pelaksanaan sistem saat itu.
Kalau boleh saya mengatakan, sebetulnya ini bukan hanya permasalahan penegakan hukum, akan tetapi lebih kepada budaya karakter Orang Indonesia. Hal mendasar yang paling bisa kita lakukan adalah dengan membiasakan “hidup bersih” di lingkungan kita, dimulai dari hal terkecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari sekarang.
“Saya tidak pesimis hal yang ada di benak kawanku bisa terealisasi di suatu saat nanti.”
Pertama harus ada bukti fisik yang cukup, tidak banyak yang perlu dibahas dengan hal pertama ini. Yang kedua adalah butuh dukungan semua pihak untuk melakukan apa yang ada di benak kawan saat ini, sedangkan kebanyakan masyarakat Indonesia sekarang masih menganggap hal tersebut adalah sesuatu yang biasa, bukan merupakan pelanggaran hukum, tidak banyak dari mereka yang mau melakukan protes, untuk korbanya paling2 hanya mengeluh, kawan juga menyaksikan bagaimana “ngerinya(baca:biasa,red)” pembelian suara pada pilkada beberapa saat yang lalu, inilah salah satu “bump” dari pelaksanaan sistem saat itu.
Kalau boleh saya mengatakan, sebetulnya ini bukan hanya permasalahan penegakan hukum, akan tetapi lebih kepada budaya karakter Orang Indonesia. Hal mendasar yang paling bisa kita lakukan adalah dengan membiasakan “hidup bersih” di lingkungan kita, dimulai dari hal terkecil, dimulai dari diri sendiri, dan dimulai dari sekarang.
“Saya tidak pesimis hal yang ada di benak kawanku bisa terealisasi di suatu saat nanti.”

0 pro